oleh

Internasional Dragon Boat Race 2019 Digelar 24-27 Oktober Mendatang

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali akan melaksanakan kegiatan Lomba Perahu Naga. Kegiatan bertajuk Tanjungpinang International Dragon Boat Race itu akan dilaksanakan tanggal 24 sampai 27 Oktober mendatang.

Menurut Walikota Tanjungpinang Syahrulengatakan lomba Perahu Naga ini merupakan agenda pariwisata tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang yang pada tahun ini adalah pelaksanaan yang ke-18 kalinya.

“Namun jika kita hitung sejak ketika Kota Tanjungpinang masih menjadi bagian dari Kabupaten Bintan, Lomba Perahu Naga ini telah dilaksanakan di Tanjungpinang sejak tahun 1992 lalu. Sudah cukup lama, dan bisa dikatakan bahwa Lomba Perahu Naga ini telah menjadi bagian dan budaya masyarakat Tanjungpinang itu sendiri,” jelas Syahrul waktu Talkshow, Selasa (1/10/2019).

Diketahui Lomba Perahu Naga ini mungkin berasal dari budaya etnis Tionghoa. Syahrul menyatakan bahwa Kota Tanjungpinang bisa dikatakan sebagai miniatur Indonesia. Meski mayoritas penduduknya berasal dari etnis Melayu, namun berbagai etnis dari hampir berbagai daerah di tanah air mampu hidup berdampingan secara rukun dan damai.

“Pemerintah Kota Tanjungpinang sendiri sangat concern untuk mengembangkan budaya multi etnis yang ada. Banyak kegiatan kesenian dan kebudayaan yang setiap tahun kita selenggarakan agar keberagaman yang ada menjadi kekuatan dan daya tarik Tanjungpinang. Kembali ke soal Perahu Naga. Lomba Perahu Naga ini, memang diangkat dan dikembangkan dari tradisi ritual masyarakat Tionghoa di Tanjungpinang yaitu Sembahyang Keselamatan Laut. Tradisi ritual ini sudah dilaksanakan masyarakat etnis Tionghoa sejak tahun 1950-an. Biasanya dilaksanakan setiap tanggal 5 bulan 5 kalender penanggalan Cina,” ungkapnya.

Atas dasar itu, lanjut Syahrul, ketika itu Pemerintah Kabupaten Bintan pada tahun 1992 menjadikan lomba perahu naga sebagai atraksi wisata. Kemudian setelah Kota Tanjungpinang terbentuk pada tahun 2001, Pemerintah Kota Tanjungpinang lantas menjadikan Lomba Perahu Naga ini sebagai agenda tahunan atraksi wisata di Kota Tanjungpinang.

Selain sebagai daya tarik pariwisata, kegiatan ini juga kita tujukan untuk melestarikan budaya, dan tradisi yang berkembang di Tanjungpinang. Sejak dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang, Lomba Perahu Naga ini ditingkatkan kapasitasnya menjadi lomba Perahu Naga Internasional.

Jadi selain diikuti oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di tanah air, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari luar negeri. Peserta luar negeri yang secara rutin mengikuti Tanjungpinang International Dragon Boat Race adalah Negara-negara serumpun Melayu seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darusalam. Bahkan tim dayung dari Republik Ceko juga pernah mengikuti ajang perlombaan ini.

“Melalui berbagai atraksi budaya dan pariwisata, tentu kita berharap perekonomian masyarakat terus meningkat. Kita harus menyadari bahwa sektor pariwisata merupakan magnet untuk menarik investasi-investasi di sektor lainnya. Bisa dikatakan, sektor pariwisata adalah penggerak dan stimulus peningkatan perekonomian daerah. Pada tahun 2020 pemerintah menetapkan target kunjungan wisatawan ke Indonesia sebesar 20 juta wisatawan. Tentunya kita ingin menjadi bagian pencapaian target nasional tersebut,” ujarnya.

Sementara untuk diketahui tingkat kunjungan wisatawan asing dan wisatawan nusantara selama penyelenggaraan Lomba Perahu Naga dari tahun ke tahunnya terus mengalami peningkatan, dan melebihi target yang ditetapkan.

Tahun 2018 lalu menetapkan target kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 11.000 orang, dengan capaian sebanyak 15.000 orang. Sedangkan kunjungan wisatawan asing, dari sebanyak 850 orang yang ditargetkan terealisasi sebanyak 1.200 orang. (*)

Editor: Roni


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *