Categories: TANJUNGPINANG

SPSI Tanjungpinang: Pengusaha harus Mampu Bayar UMK 2020

Tanjungpinang, KepriDays.co.id-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Tanjungpinang telah melakukan rapat bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang dan Dewan Pengupahan belum lama ini.

Dalam rapat sudah disepakati UMK Tanjungpinang 2020 Rp3.009.600,-. UMK ini rencananya akan diajukan ke Gubernur Kepri untuk ditetapkan melalui SK Gubernur.

Ketua SPSI Kota Tanjungpinang Afriyendi menegaskan, jika UMK Tanjungpinang 2020 sudah berlaku, maka wajib bagi pengusaha untuk memberikan hak karyawan sesuai UMK itu.

“Jika tidak mampu pengusaha kasih UMK segitu, tutup saja usahanya. Tidak ada kompromi lagi dan jangan takut investor lari. Masak kita mau langgar UU Nomor 13 Tahun 2003 dan PP 78 Tahun 2015, sanksinya disitu jelas,” tegas Afriyendi.

Afriyendi melanjutkan, tidak ada lagi kesepakatan atau urung rembuk kalau upah di bayar dibawah UM oleh pengusaha, karena tidak ada dasar hukumnya.

Bahkan hal itu bertentangan dengan UU. Jika memang pengusaha tidak sanggup bayar upah sesuai UMK, tutup saja usahanya jangan dipaksakan.

“Ini nantinya, ujungnya yang sengsara pekerja jadinya perbudakan zaman modern,” kata Afriyendi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tanjungpinang, Hamalis mengatakan, sesuai peraturan Undang-undang para pengusaha wajib memerlakukan UMK yang nantinya sudah ditetapnkan. Cuma sekarang pengusahanya mampu apa tidak.

Kalau dipaksakan perusahaannya tutup dan akhirnya PHK karyawan. Nanti akan terjadi kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja, itu biasa dilakukan.

“Biar sama-sama enak itu tergantung perusahaannya, kita juga gak bisa paksakan, undang-undangnya sudah jelas kok. Intinya, tu semua tergantung pengusahanya, kalau dia (pengusaha) tak mampu jangan dipaksakan juga, daripada PHK dan pengusaha itu lari dari sini kan sayang juga, kan jadi banyak orang gak kerja,” ucapnya. (*)

Editor: Roni