oleh

Polisi Tangkap Pelaku Percobaan Pemerkosaan di Tambelan, Pelaku dan Korban Masih Bawah Umur

Bintan, KepriDays.co.id-Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Povinsi Kepri menangkap pelaku percobaan pemerkosaan di bawah umur. Pelaku inisial OF (16) dan korban seorang anak usia 14 tahun. Pelaku dan korban sama-sama masih di bawah umur.

Kapolsek Tambelan, IPDA Missyamsu Alson mengatakan, penangkapan ini dilakukan atas adanya Laporan Polisi pada Kamis 21 November 2019 sekitar pukul 17.00 WIB.

“Kita lakukan panangkapan terhadap pelaku di Kampung Melayu, Tambelan,” ujar Alson, Jumat (29/11/2019) di salah satu kedai kopi di Tanjungpinang.

Adapun kronologinya, pada Senin, 11 November 2019 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari pelaku memanjat ke rumah korban melalui jendela ruang tengan dan pada saat memanjat pelaku memakai penutup muka atau topeng yang dibuat dari baju kaosnya sendiri.

Setelah masuk kedalam rumah, pelaku langsung masuk kedalam kamar korban yang mana pada saat itu korban dalam keadaan tudur nyenyak.

Di dalam kamar itu, pelaku menemukan kaos singlet dan juga di atas lemari baju ada minyak angin, lalu pelaku melumuri baju kaos dalam itu dengan minyak angin tersebut.

Setelah dilemuri, tersangka membuka celana jeans pendek yang dipakainya lalu mencoba membekap mulut dan hidung korban. Pada saat pelaku ini membekap mulut korban dan korban terbangun sehingga terjadi perlawanan, korban berteriak dan pelakupun ketakutan sehinga melarikan diri.

“Pada saat dia (pelaku) melarikan diri celananya tertinggal di dalam kamar dan itulah menjadi petunjuk buat kita untuk melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut dan sudah kita amankan,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan bahwa pelaku mengakui perbuatannya yang akan mencoba melakukan percobaan pemerkosaan terhadap korban.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan, memang tujuannya untuk membuat korban pinsan agar dia (tersangka) ini leluasa melakukan pemerkosaan dan itu sudah diakui pelaku,” katanya.

Saat ini, kata dia, karena perkara ini dibawah umur baik tersangkan maupun korban maka pelaku telah dititipkan di Kepolisian Resor (Polres) Bintan.

Dalam Undang-undang perlindungan anak seperti ada dari Lapas, KPAI dan pengacara, ssehingga untuk memenuhi unsur-unsur penyelidikan dan penyidikannya harus ada yang mendampingi.

“Perkara bukan kita limpahkan, tetapi mengingat perkara ini dibahwa umur, sehingga untuk memenuhi unsur-unsur penyelidikan dan penyidikannya kita harus ada yang mendampingi karena di Tambelan unsur-unsur tersebut tidak ada sehingga tersangka kami bawa ke Polres Bintan. Jadi untuk proses penyelidikan dan penyidikan tetap dari kita (Polsek Tambelan), jadi tersangka cuma kita titip aja,” tegasnya.

Untuk Barang Bukti (BB) yang diamankan satu helai baju kaos singlet yang beraroma minyak angin, satu helai celana jeans pendek warna biru dan kusam beserta ikat pinggang, satu stel baju tidur korban dan satu helai baju kaos warna orange yang digunakan tersangka untuk menututupi wajahnyan.

Pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 82 ayat 1 UU NO. 23/2002 tentang Perlindungan anak Jo pasal 53 KUHP Jo UU RI NO. 11/2012 tentang Sistim Peradilan Anak.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *