oleh

132 Handphone Dimusnahkan BC Tanjungpinang

Tanjungpinang, KepriDays.co.id-Petugas Bea dan Cukai Tanjungpinang memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil tegahan akhir tahun 2018 sampai akhir November 2019, Senin (9/12/2019) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet, Tanjungpinang.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Syahirul Alim menyampaikan, pemusnahan barang hasil tegahan yang masuk secara ilegal dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan lelang Batam.

Adapun barang-batang yang dimusnahkan berupa 1.935.578 batang rokok, 6649 liter minuman mengandung etil alkohol, 132 unit Handphone (HP), 280 buah kasur serta barang lainnya seperti pakaian bekas, parfum, sex toys, barang elektronik dan lainnya dengan nilai total Rp845.323.400.

“Yang kita musnahkan ini merupakan hasil tegahan kita dari akhir tahun 2018 sampai kahir bulan November 2019,” ujar Syahirul usai pemusnahan.

Semetara, potensi kerugian negara berupa bea masuk dan pajak yang harus dibayar atas barang tegahan ini sebesar Rp918.470.379.

Dia menjelaskan, pemunahan dilakukan dengan cara dibakar, dilindas dengan alat berat untuk Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), kemudian ditimbun dalam tanah sehingga tidak memiliki nilai ekonomis lagi atau tidak dapat dipergunakan lagi sebagaimana fungsi utamanya.

Pada tahun 2019 penindakan yang dilakukan oleh Bea dan Cukai Tanjungpinang berupa 4 kasus yang sudah P21 dari 4 SPDP oleh Kejari Bintan dan telah diterbitkan 191 surat bukti penindakan untuk rokok, minuman mengandung etil alkohol dan untuk batang lainnya.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera kepada para pelanggar dan diharapkan juga dapat mengajak masyarakat serta pelaku usaha untul mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dengan menjalankan uusaha secara legal,” harpanya.

Ditempat yang sama, Plt Gubernur Kepri melalui Asisten I Raja Ariza menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum khususnya Bea dan Cukai Tanjungpinang dalam rangka pemusnahan BMN haril dari kegiatan-kegiatan penyeludupan ilegal tersebut.

“Kita tahu bahwa penyeludupan ini harus kita basmi karena merusak ekonomi kita. Dan, kegiatan ini setiap tahunnya kita melaksanakan,” ujarnya.

Memang, kata dia, kalau dihitung-hitung sangat disanyangkan karena barang-barang ada yang handphone bagus, Lapto dan lainnya.

“Tapi ini adalah merupakan hasil kejahatan penyeludupan yang harus dimusnahkan. Sekali lagi, kami Pemerintah Kepri sangat mendukung sekali kegiatan ini untuk kita laksanakan,” tegasnya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *