oleh

Ngaku Dokter di RSUD Tanjungpinang, Pedagang Online Ditipu Tranfer Pulsa

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Aseanti Julia, salah seorang pedagan online di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri mengaku ditipu pelanggannya tranfer pulsa sebesar Rp100 ribu.

Dia menceritakan, awalnya jualannya (kerupuk atom) khas Letung di masukin disalah satu group Facebook (Fb) yakni BJB. Pasar Tanjungpinang serta nomor Handphone (WhatsApp) agar sipembeli gampang untuk memesan.

Tidak lama kemudian, ada salah satu pelanggan yang mengaku salah satu dokter di Unit IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang atas nama dr. Dewi Anggraini memesan 10 bungkus kerupuk atom lewat pesan WhatsApp. Kemudian, dia mengokekan pesanan tersebut.

Setelah itu, saat diperjalanan untuk pengantaran pesanan dan di chat lagi oleh yang mengaku dokter tersebut untuk sekalian mengisikan pulsa Rp100 ribu dan akan dibayarkan sekaligus dengan pesanannya.

“Pas di jalan mau antar pesanannya saya di chat lagi untuk sekalian isi pulsa Rp100 ribu dan saya isikan karena saya gak ada kepikiran dia itu penipu,” ujar yang akrab disapa Anti, Jumat (9/10/2020) malam.

Bahkan, Setelah diisikan pulsa Rp100 ribu itu, dia (penipu) itu minta diisikan lagi pulsa ke nomor yang lain.

“Untung  saya bilang gak ada dana lagi, kalau gak makin banyak lah saya tertipu,” ungkap yang mengaku sudah berjualan sejak Februari 2019 lalu itu.

Dia bilang, nanti kalau dah sampai di rumah sakit agar diberitahukan lewat chat WA.

“Nanti chat ya kalau dah sampai di rumah sakit, dan setelah saya sampai saya chat nomor saya sudah di blok,” ucapnya menjelaskan.

Dia mencoba mempertanyakan ke pihak RSUD Tanjungpinang nama yang mengaku dokter itu dan pihak rumah sakit mengatakan tidak ada dokter bernama Dewi Anggraini.

“Saya sudah cek di RSUD nama itu katanya gak ada,” katanya.

Sebenarnya, kata dia, pelanggan tersebut tidak jadi membeli kerupuk atom tidak apa-apa karenakan kerupuk ini bisa kembali boz.

“Dia tak jadi beli kerupuk itu sebenarnya gak masalah, yang saya gak terima uang pulsa yang saya isikan itu. Saya saja hanya dapat untung sedikit dari jualan ini, kena tipu lagi, tapi baru ini saya kena tipu,” sesalnya.

Dia menyebutkan, nomor WA dan nomor yang diisikan pulsa itu berbeda. Nomor yang dipakai chat-an (WA) 083847193261, sedangkan nomor yang diisikan pulsa 082132212815.

Dia mengimbau khususnya kepada para pedagang online yang ada di Tanjungpinang untuk tetap berhati-hati kedepannya.

Wartawan: Amri
Editor: Ikhwan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *