Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Di tengah masa pandemi Covid-19 yang melanda Kota Tanjungpinang selama 2 tahunan ini memberikan dampak perubahan ekonomi bagi masayarakat kelas menengah bawah khususnya.
Seperti yang di alami oleh Pak Syahrial (69) yang berprofesi sebagai penjual jam tangan pinggiran sekaligus terima jasa perbaiki jam tangan. Pria paruh baya asal padang yang mengadu nasib di Tanjungpinang dengan profesinya itu pada tahun 1970 hingga sekarang masih tetap semangat.
Syahrial menyebutkan semenjak Covid-19 melanda untuk mendapatkan penghasilan yang lebih dari sebelumnya sangat susah, untung-untung hanya sekedar dapat untuk memenuhi kebutuhan dapur saja.
“Semenjak Corona lebih susah, udah dapat untuk makan aja udah bersyukur. Kalau dulu sebelum Corona itu adalah lebih sedikit ada tapi semenjak Corona agak susah lah, kadang dapat kadang ga dapat,” ucapnya.
Bahkan semenjak istrinya meninggal, Syahrizal tinggal sendiri di rumah sewanya, sedangkan rumah sewanya juga dibantu oleh anaknya perbulan untuk di bayar.
“Istri sudah meninggal 2 tahun yang lewat.
Tinggal sendiri dirumah sewa di perumahan Lembah Asri perbulan 300 ribu dan dibantu sama anak 200 ribu sisanya cari sendiri,” ucapnya.
Biasanya Sebelum istrinya meninggal Ia bekerja dari pagi hingga jam 16:00 sore tapi setelah istrinya meninggal hanya bekerja dari jam 08:00 pagi sampai jam 13:00 siang.
Sunggu gitu, Syahrial tidak pernah mengeluh. Baginya keras kehidupan tetap harus di lakoni. Karena pandemi bukan akhir dari segalanya.
Wartawan: Abu
Editor: Roni