oleh

Plt Bupati Bintan: Nggak Usah Takut Divaksinasi Covid

Advetorial, KepriDays.co.id – Hoaks terkait efek samping vaksinasi Covid-19 beredar. Plt Bupati Bintan, Kepulauan Riau, Roby Kurniawan meminta warga mewaspadai hal ini.

Ia mengatakan, merujuk pendapat ahli hingga saat ini bahkan tidak ada hal yang serius terkait dengan efek samping daripada vaksin tersebut.

“Ini yang perlu disampaikan ke warga atas hoaks yang acap kali beredar sehingga warga takut untuk divaksin,” ujar Roby, Kamis (18/11/2021).

Pemerintah daerah (pemda) tentunya membutuhkan bantuan dari semua pihak agar vaksinasi diterima 100 persen kesemua kalangan. Baik dari bantuan RT/RW, LPM dan tokoh masyarakat.

Kesemuanya diminta untuk menyosialisasikan terkait pentingnya vaksinasi. Karena 98 persen yang sudah divaksin ketika terkena Covid-19 gejala yang dialami ringan.

“Vaksin bukan untuk menangkal dari tubuh terhadap Covid-19. Namun ketika kita diserang Covid-19 maka gejala yang dialami ringan,” jelasnya.

Vaksinasi, kata dia, sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Menurutnya juga bahwa, vaksinasi merupakan hal yang penting khususnya bagi para lanjut usia (lansia). Namun capaian vaksinasi Covid-19 terhadap warga yang lansia di Kabupaten Bintan saat ini masih di bawah 50 persen.

Hal itu terlihat dari data yang dilaporkan ke Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, per tanggal 16 November 2021 yaitu untuk dosis satu mencapai 3.934 atau 44,68 persen. Sedangkan vaksinasi lansia dosis dua mencapai 2.817 atau 31,99 persen.

Meskipun demikian, pihaknya terus kebut agar cakupan vaksinasi bagi lansia setidaknya bisa diatas 50 persen. Untuk itu diimbau bagi lansia yang belum vaksinasi sebaiknya segera.

“Selain vaksinasi kita juga mengimbau untuk tetap harus disiplin protokol kesehatan menjaga diri dan bersama-sama merintis agar terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengatakan pemberian vaksin pada kelompok lansia diharapkan bisa ikut melindungi orang lain yang belum mendapat vaksin.

“Yaitu mencegah terjadinya infeksi dan penularan atau mencegah gejala berat yang berakibat fatal jika mereka tetap terinfeksi virus,” sebutnya.

Vaksin untuk lansia tetaplah diperlukan, karena pada dasarnya merekalah yang sangat mungkin mengalami gejala yang lebih berat jika terinfeksi virus corona.

Kemudian diminta para lansia untuk tetap menerapkan pola hidup sehat meskipun sudah divaksin. Biasakan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, rutin cuci tangan, menerapkan physical distancing, serta mengenakan masker saat keluar rumah.

“Ingat vaksin bukan untuk menangkal virus tetapi agar imunitas tubuh semakin kuat. Sehingga ketika terpapar virus gejalanya tidak berat. Jadi tetap disiplin dalam protokol kesehatan,” ucapnya.***



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *