Tanjungpinang,KepriDays.co.id -Korban kecelakaan kapal kayu atau pompong, seorang nelayan bernama Mustafa (41 Thn) sempat hilang atau belum ditemukan, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan dalam operasi H-3.
Korban dalam kecelakaan kapal tersebut dua orang laki-laki saat menjaring ikan di perairan Pulau Basing, Dompak, Tanjungpinang, Provinsi Kepri pada Kamis (24/2/2022). Namun, satu diantaranya atas nama Nur Alam (16) sudah ditemukan pada di hari kejadian.
“Terima informasi dari Tim SAR gabungan bahwa satu korban ditemukan atas nama Mustafa pada koordinat 0°51’41,1726″ N 104°25’30,046″ E meninggal dunia,” ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Tanjungpinang Miswadi, Sabtu (26/2/2022) dalam rilisnya.
Selanjutnya, tim SAR gabungan membawa korban menuju Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang.
“Setelah korban ditemukan, operasi SAR gabungan selesai dan ditutup. Seluruh unsur kembali ke pangkalannya masing-masing dgn ucapan terimakasih,” ungkapnya.
Adapun tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terdiri dari KanSAR Tanjungpinang, Satpol PP Provinsi Kepri, Polair Polda Kepri, Polsek Bukit Bestari, BPBD Provinsi Kepri, BPBD Tanjungpinang dan masyarakat setempat.
“Alat RIB Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Speed Boat Polair dan Rubber Boat BPBD, Alat Selam, Palkom, Palmedis atau evakuasi dan Pakaian Covid-19,” paparnya.
Sebelumnya diberitakan, dua orang nelayan dilaporkan hilang saat menjaring ikan di perairan Pulau Basing, Dompak menggunakan kapal kayu atau pompong, Kamis (24/2/2022) kemarin.
Kedua nelayan merupakan laki-laki atas nama Nur Alam (16) dan Mustafa (41) beralamat Tanjung Siambang, Dompak, Tanjungpinang, Provinsi Kepri.
Wartawan: Amri