Kepri, KepriDays.co.id – Gubernur Kepri Ansar Ahmad, mengungkapkan kebanggannya dan mengapresiasi dengan keberadaan Pagoda Sata Sahasra Buddha yang dibangun di Kota Tanjungpinang, yang merupakan pagoda tertinggi di Indonesia dan bahkan se-Asia Tenggara dan diyakini akan menjadi destinasi wisata unggulan di Provinsi Kepri.
Dituturkan Ansar diyakini vihara dan pagoda dalam satu komplek ini akan membawa dampak positif dalam peningkatan kunjungan destinasi wisata religi ke Tanjungpinang serta secara keseluruhan di Provinsi Kepri.
“Ini merupakan kebanggan bagi kita, karena bangunan pagoda ini merupakan tertinggi di Indonesia dan juga se Asia Tenggara. Sehingga akan semakin terkenal di mata dunia Kepri ini,” kata Ansar saat dimintai tanggpannya terkait akan diresmikannya pagaoda tersebut, Senin (24/7/2023).
Dengan tingginya pagoda Sata Sahasra Buddha, tambah Ansar, Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri secara keseluruhan akan dipandang sebagai tujuan wisata religi yang menarik.
Ia juga berharap, pagoda ini nanytinya tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi destinasi rekreasi dan olahraga bagi masyarakat umum.
“Dengan adanya pagoda ini, diharapkan bahwa kunjungan wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri akan meningkat, memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah, dan mengangkat nama Kepri sebagai salah satu destinasi wisata religi yang terkemuka di Indonesia,” harapnya.
Diketahui Vihara Avalokitesvara Graha Tanjungpinang yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara akan dilengkapi dengan Pagoda yang juga diklaim merupakan yang tertinggi di Indonesia.
Diketahui Peresmian pagoda yang diberi nama Sata Sahasra Buddha yang di kelola oleh Yayasan Maitri Paramita ini rencananya diresmikan pada Sabtu 8 Juli 2023 oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qaumas. Peresmian pagoda ini disejalankan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi).
“Pagoda ini terdiri dari 9 lantai dengan tinggi mencapai 46,90 meter, saat ini merupakan pagoda tertinggi di Indonesia,” kata pembina Yayasan Maitri Paramita Hengky Suryawan.
Bukan itu saja lanjut Hengky yang juga Ketua Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Kepri ini menuturkan, bahwa pagoda ini akan memecahkan rekor MURI dengan memasang keramik bermotif atau bergambar Buddha yang terpasang di hampir seluruh dinding pagoda.
“Ada sebanyak 20.708 keramik motif Buddha. Adapun piagam MURI ini nantinya akan diserahkan pada saat perwsmian pagoda,” jelas pengusaha sukses perkapalan ini.
Ia juga menuturkan proses pembangunan pagoda ini cukup lama pengerjaannya, hal ini karena pengerjannya dilakukan secara bertahap dan tentunya ada kendala-kendala saat pekerjannya termasuk pada saat pandemi Covid-19.
“Pengerjaan pagoda ini dimulai sejak tahun 2016 lalu, tepatnya pada 24 Juni 2016,” ujarnya.
Hengky Suryawan yang juga merupakan Veteran perjuangan ini menjelaskan di dalam pagoda ini terdapat patung-patung Buddha yang sengaja didatangkan langsung dari negara China.
“Ada tiga patung Buddha yang cukup besar di pasang di lantai utama yang terbuat dari batu giok asli berwarna putih, dan ditiap lantai juga ditempatkan patung yang juga didatangkan dari China,” tuturnya.
Hengki menegaskan dengan adanya pagoda ini, nantinya akan menambah atau memperkaya keberadaan objek wisata religi keagamaan di Provinsi Kepri dan khususnya di Kota Tanjungpinang ini.
Komplek vihara dan pagoda ini lanjutnya, bukan hanya dikhusukan bagi umat Buddha untuk beribadah semata, tetapi dibuka untuk umum sebagai lokasi wisata rekreasi dan olahraga.
“Masyarakat umum bisa mengakses dan menikmati keindahan dan suasana didalam komplek ini untuk berwisata. Vihara ini sudah terkenal di mancanegara sehingga sering dikunjungi wisatawan dari Singapura, Malysia bahkan dari China dan juga negara lainnya. Mereka berwisata sekaligus beribadah,” pungkas Hengky Suryawan.
Sementara, Plt. Kadispar Kepri Luki Zaiman juga turut mengapresiasi adanya pagoda tersebut. Ia mengatakan, dengan adanya ikon baru tentu mendatangkan wisman luar negeri untuk berkunjung maupun ziarah menurut keagamaannya.
“Ini suatu kebanggan buat Kepri. Bertambah ikon wisata religi tentunya menambah kunjungan wisman ke sini,” katanya.
Wartawan: Sutana
Editor: Roni