Kanal Headline Politik

Pleno Tanjungpinang Ricuh, Cori Lempar Handphone ke Pimpinan Rapat

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Rapat pleno Kota Tanjungpinang terjadi kericuhan, karena hasil rekapitulasi dari PPK Bestari tidak sesuai dengan data saksi dari Partai PDI Perjuangan.

Saksi dari PDI Perjuangan pun menyanggah hal tersebut. Namun sesuai tata tertib, hanya satu orang saksi yang boleh bicara.

Sebelumnya saksi dari partai lain sudah bicara. Sehingga saksi dari PDI Perjuangan yakni Andi Cori Patahuddin tidak dapat bicara, sehingga marah dan melempar handphone dan menendang meja.

Sehingga kericuhan terjadi dan anggota polisi yang ada di lokasi kejadian langsung mengamankan kericuhan itu.

Menurut salah satu sumber yang dapat dipercaya, bahwa Andi Cori merupakan saksi yang bicara dalam penghitungan Pileg adalah saksi Pileg. Saksi Pilpres tidak boleh bicara di rekapitulasi Pileg.

Baca Juga

“Saksi PDIP itu adalah saksi Pilpres sehingga dia dilarang bicara pada rekap suara DPRD, walaupun dia berasal dari partai yang sama,” kata sumber ini.

Sumber lain yang kredibel menyebutkan, keributan ini berkaitan dengan hasil suara PDI Perjuangan untuk DPRD Kepri.

Hasil penghitungan untuk DPRD Kepri, PDI Perjuangan gagal meraih kursi. Suara PDI Perjuangan kalah tipis 130 suara dengan Hanura. Mereka berharap jika protes hasil PPK Bestari diterima, maka perolehan suara untuk DPRD Kepri bisa juga berubah.

Namun hingga saat ini, Andi Cori coba dihubungi tidak bisa oleh KepriDays.co.id. Hingga pleno pun ditunda dan dilanjutkan pada pukul. 10.00 Wib besok.

Editor: Roni

Share
Tags: Cori Lempar Handphone ke Pimpinan Rapat Pleno Tanjungpinang Ricuh