oleh

Pria 38 Tahun Tanam Ganja di Perkebunan Bintan Diciduk Polisi

Bintan, KepriDays.co.id – Pria asal Kota Tanjungpinang, AA (38) ditangkap Satresnarkoba Polres Bintan karena menanam ganja dalam polibag di Km 18 Gesek, Kecamatan Toapaya, Selasa (21/4/2024).

Kapolres Bintan AKBP Riki Iswoyo mengatakan kasus penanaman ganja dalam perkebunan ini terungkap berkat laporan yang diterima Tim Opsnal. Lalu dilakukan penyelidikan hingga diketahui lokasi penanaman ganja tersebut.

“Dari laporan yang diterima lalu diselidiki. Ternyata benar ada tanaman ganja setinggi pinggang orang dewasa di dalam perkebunan di Km 18 Gesek,” ujar AKBP Riki Iswoyo saat konferensi pers di Mako Polres Bintan, Kamis (25/4/2024).

Satresnarkoba Polres Bintan langsung ke perkebunan tersebut didampingi RT setempat. Ganja dalam polibag itu disimpan diantara bibit-bibit pohon durian dalam lahan perkebunan seluas 20×26 meter persegi.

Di lokasi itu didapati pohon ganja sebanyak tiga polibag. Namun satu polibag hanya tersisa batang seperti habis di panen.

“Dua polibag masih ada daunnya sementara satu polibag lagi hanya tersisa batangnya. Sepertinya habis di panen oleh pelaku,” jelasnya.

Kasus tanaman ganja dalam polibag ini dikembangkan dan akhirnya diketahui bahwa tanaman itu milik pria berinisial AA. Kemudian dilakukan pengejaran dan didapati pelaku berada di salah satu rumah di Perumahan Graha Kuantan, Jalan Kuantan, Kota Tanjungpinang.

“Sesuai KTP, pelaku berdomisili di Jalan Sumatera Kecamatan Tanjungpinang Barat. Namun pelaku kita tangkap saat berada di Jalan Kuantan Kelurahan Kota Piring,” katanya.

Hasil interogasi, kata AKBP Riki, pelaku menanam ganja itu sendiri dan tidak untuk diperjualbelikan. Melainkan untuk digunakan sendiri.

Selain tanaman ganja, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti lain yaitu satu paket kecil ganja dibungkus kertas kecil, plastik berisi headset warna hijau, dan sebuah handphone.

“Dari tiga polibag yang ditanam, pelaku mengaku satu polibag sudah dipanen dan digunakan sendiri. Sisa ganja yang dipanen itu dibungkus dalam kertas kecil,” sebutnya.

Dihadapan polisi pelaku, AA, mengaku bahwa bibit ganja yang masih berupa biji itu didapatkannya dari Jakarta. Dia memiliki bibit itu sejak 2012 lalu ketika masih mengeyam sekolah perkapalan.

Biji ganja itu disimpannya ditempat yang lembab. Kemudian satu demi satu biji ganja itu dicoba ditanaminya namun gagal.

“Ada 60 biji ganja saya simpan. Satu demi satu saya coba tanam tapi gagal,” kata pria ini.

Meskipun gagal, dia tetap tidak putus asa. Dia kembali mencoba menanam tiga biji terakhir. Sebelum ditanam, dia mempelajari secara otodidak melalui YouTube. Setelah memahami, November 2023 kembali dia tanami dan berhasil.

“Jadi pohon ganja yang terakhir ini berusia 5 bulan. Ganja yang saya tanam tidak dijual tapi saya pakai sendiri,” ucapnya.

Akibat menanam ganja, pelaku dijebloskan ke sel tahanan Mako Polres Bintan. Dia dijerat dengan melanggar Pasal 111 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara.

Wartawan: Ari
Editor: Roni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *