Sekda Anambas Sahtiar. Foto: Yolana
Anambas, KepriDays.co.id – Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi di Pemerintah Kabupaten Anambas akhirnya bisa bernafas lega.
Pasalnya, Pemkab Anambas menyatakan komitmennya untuk membayarkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang tertunda sejak November lalu.
“Untuk TPP sudah kita sampaikan ke pegawai ada upaya untuk membayar. Saat ini sedang menunggu ketersediaan anggaran saja,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Sahtiar, Sabtu (15/3).
Sahtiar mengaku dan mengerti isi hati ASN yang berharap TPP segera dicairkan. Ia bahkan menegaskan nasibnya sama seperti pegawai yang lainnya. “Saya kan sama (ASN) juga. Paham kita,” ucap Sahtiar.
Kini Pemkab Anambas, lanjutnya, sedang proses untuk menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk ASN menjelang lebaran Idul Fitri. Hal ini dilakukan agar ASN bisa memiliki pegangan uang untuk merayakan hari kemenangan umat muslim.
“THR kita bayarkan sebelum lebaran. Kas daerah saat ini cukup untuk membayarkan itu,” tegas Sahtiar.
Di tempat terpisah, salah seorang pegawai ASN yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan hidupnya sangat kesulitan pasca TPP tidak dibayarkan.
Kondisi harga kebutuhan pokok di Anambas yang mahal membuatnya hanya makan satu kali dalam sehari. Ini dilakukan untuk menghemat agar anak-anak bisa hidup dengan nyaman tanpa mengetahui penderitaan orang tuanya.
“Sebagian kami perantau, dari kebutuhan sehari-hari sampai tempat tinggal kami harus bayar, biaya sekolah anak pun harus segera dibayar,” ujar seorang pegawai.
Untuk bisa mencukupi biaya hidup, dirinya sampai meminjam uang ke kerabatnya bahkan menjual satu per satu perabot rumah tangga.
“Pilu hati kami mendengar anak kami merengek minta susu. Anak saya umur 1 tahun, sudah 2 minggu tidak terbeli susu. Hanya pakai air putih sebagai ganti,” ujarnya.
Kondisi ini kata dia juga berdampak ke pedagang sebab hampir 5 bulan daya beli menurun drastis. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduk Anambas berprofesi sebagai ASN maupun honorer, yang mana sampai saat ini belum menerima haknya.
“Kami begitu mengharapkan TPP untuk kelangsungan hidup keluarga kami. Bukan hanya kami para pedagang juga merasakan dampak dari ini daya beli masyarakat jauh menurun bahkan ada sebagain pedagang gulung tikar,” pungkas dia.
Editor: Roni