Patung Cleopatra. Foto: Ist
Dunia, KepriDays.co.id – Parfum Cleopatra diperkirakan memiliki aroma wangian yang kompleks dan tahan lama, namun sampel aslinya tidak bertahan hingga saat ini.
Cleopatra, Ratu Mesir kuno yang terkenal karena kecantikannya, juga dikenal karena parfumnya yang legendaris.
Menurut legenda, parfumnya begitu harum sehingga Marc Antony bisa mencium aroma parfum tersebut dari jarak jauh sebelum Cleopatra tiba di Tarsus.
Meskipun tidak ada sampel parfum asli yang bertahan hingga saat ini, para ilmuwan telah berusaha merekonstruksi aroma parfum tersebut berdasarkan penelitian ilmiah.
Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, termasuk Sean Coughlin dari Czech Academy of Science, berhasil merekonstruksi aroma parfum tersebut berdasarkan pengamatan analisis pabrik wewangian kuno di Mesir dan teks-teks kuno.
Hasil rekonstruksi menunjukkan adanya aroma manis sebagai salah satu komponen utama. Selain itu, parfum tersebut juga memiliki sifat antijamur dan antibakteri.
Parfum Cleopatra yang direkonstruksi ini memiliki aroma yang kompleks dan tahan lama, bahkan hingga dua tahun.
Meskipun demikian, ‘Parfum Cleopatra’ yang dijual di pasaran saat ini adalah produk komersial yang terinspirasi dari nama Cleopatra, dan aromanya mungkin berbeda dengan parfum yang sebenarnya pernah digunakan oleh ratu Mesir tersebut.
Parfum Mesir kuno terkenal karena keunikan dan kualitasnya yang tinggi. Pada masa Cleopatra VII, Mesir telah berlatih selama lebih dari 3.000 tahun dalam seni wewangian. Bahan dasar parfum mereka adalah minyak nabati atau lemak hewani, bukan alkohol seperti yang digunakan saat ini.
Aroma tercipta melalui asap dari pembakaran resin yang harum, kulit kayu, dan tumbuhan, atau melalui maserasi dengan seduhan resin, bunga, herba, rempah-rempah, dan kayu.
Penemuan pabrik parfum di Thmouis membawa peluang baru bagi para ilmuwan untuk merekonstruksi parfum kuno. Wadah-wadah keramik yang ditemukan di situs tersebut dianalisis menggunakan fluoresensi sinar-X untuk mengetahui komposisi bahan-bahan yang digunakan.
Para ilmuwan seperti Dr. Dora Goldsmith dan Dr. Sean Coughlin dari Berlin telah menguji berbagai bahan dan metode untuk menciptakan aroma yang mirip dengan parfum Cleopatra.
Mereka melaporkan bahwa satu kombinasi bahan menghasilkan aroma yang sangat menyenangkan dengan catatan dasar pedas dari kemenyan dan kayu manis yang baru digiling, disertai dengan rasa manis.
Editor: Roni