Viral Aura Farming. Foto: Ist
Dunia, KepriDays.co.id – Sebuah video viral menampilkan seorang anak kecil menari di atas perahu Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau, jadi perbincangan sampai ke luar negeri.
Video ini bisa mendunia berkat tren “Aura Farming” yang memancarkan aura kuat dan karismatik. Aksi bocah tersebut, diiringi lagu “Young Black & Rich”, telah memikat jutaan pengguna internet.
Tak hanya warganet, maskot klub sepakbola Paris Saint-Germain ikut menirukan gaya tariannya. Bahkan, maskot AC Milan pun tak ketinggalan meramaikan tren ini.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat mendunia melalui media digital.
Lantas, apa sebenarnya Pacu Jalur itu dan mengapa bocah ini bisa viral? Berikut ulasan selengkapnya.
Pacu Jalur adalah tradisi lomba perahu dayung panjang yang telah ada sejak tahun 1890 di Kuantan Singingi. Awalnya, tradisi ini diadakan untuk merayakan hari besar kerajaan.
Kini, Pacu Jalur rutin dilombakan menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia, menjadi daya tarik wisata budaya yang unik.
Dalam satu tim Pacu Jalur, terdapat berbagai peran penting. Tukang concang bertugas sebagai pemimpin, tukang pinggang sebagai pengemudi, tukang tari (seperti anak kecil dalam video viral) sebagai penyemangat, dan tukang onjai sebagai penjaga keseimbangan.
Setiap peran memiliki fungsi krusial dalam memenangkan perlombaan. Perahu yang digunakan dalam Pacu Jalur memiliki panjang hingga 40 meter.
Perahu ini dihiasi dengan ornamen kepala hewan yang menambah nilai artistik dan kebanggaan. Keunikan ini menjadikan Pacu Jalur sebagai atraksi budaya yang memukau.
Tren “Aura Farming” telah memberikan sorotan internasional pada Pacu Jalur. Dampaknya mengangkatnya dari tradisi lokal menjadi ikon budaya global. Pemerintah daerah dan pusat perlu memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan pariwisata budaya secara berkelanjutan.
Editor : Roni