Kepala Bappenda Bintan Setioso. Foto: Ari
Bintan, KepriDays.co.id – Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Bintan menyatakan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) semester 1 baru belum mencapai 50 persen dari target yang diberikan.
Kepala Bappenda Bintan Setioso, mengatakan 2025 ini pemerintah menargetkan PAD Bintan dari sektor pajak dan retribusi tembus diangka Rp340 miliar lebih atau naik sekitar Rp20 miliar dari target 2024.
“Tahun lalu PAD Bintan yang kita peroleh melebihi target. Yaitu targetnya Rp321 miliar lebih dan yang diraih Rp322 miliar lebih. Tahun ini targetnya naik menjadi Rp340 miliar lebih,” ujar Setioso ketika diwawancarai di Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (21/8/2025).
Ada 11 jenis pajak dan retribusi yang dipungut oleh Bappenda Bintan. Diantaranya pajak penerangan jalan, hotel, restoran, hiburan, parkiran, mineral bukan logam dan bebatuan serta reklame.
Lalu pajak bumi dan bangunan pedesaan perkotaan (PBB dan P2), pajak bea perolehan atas tanah dan bangunan (BPHTB), air dan tanah, serta sarang burung walet.
Namun hingga Semester 1, kata Setioso, peroleh pendapatan dari dua sektor itu belum menembus 50 persen. Melainkan hanya mampu diangka 49 persen.
“Hampir seluruh jenis pajak dan retribusi yang diperoleh di Semester 1 belum mencapai setengah dari target,” jelasnya.
Bappenda Bintan Segera Ajukan Koreksi di APBD-P 2025 Sebesar Rp20 Miliar Lebih
Dengan perolehan pajak dan retribusi yang belum tercapai 50 persen di Semester 1. Bappenda Bintan akan mengajukan koreksi pada ABDP Perubahan (APBD-P) 2025 nantinya.
“Dalam koreksi itu kita minta target PAD diturunkan sebesar Rp20 miliar atau hampir sama target di tahun sebelumnya,” sebutnya.
Salah satu penyebab usulan koreksi itu dikarenakan beberapa perhotelan di Kawasan Pariwisata Lagoi yang batal operasi di tahun ini.
Padahal, hotel-hotel tersebut dijanjikan akan beroperasi di tahun ini juga sehingga target PAD naik dari sebelumnya.
“Tahun lalu mereka (pengelola) hotel di Lagoi siap operasikan hotel di tahun ini. Jadi kita optimis untuk target PAD 2025 naik. Namun hotel tersebut belum juga beroperasi,” katanya.
Hingga saat ini perhotelan masih menjadi primadona penyumbang PAD Bintan terbesar. Namun target pajak di bidang ini belum tercapai.
Kemudian PBB yang selalu dibayarkan oleh masyarakat di akhir tahun. Begitu juga BPHTB, ketika ada transaksi baru dibayarkan.
“Ini jadi permasalahan ini semua yang kita ajukan untuk dikoreksi,” katanya.
Upaya Bappenda Dalam Mengejar Ketertinggalan Target
Disinggung upaya untuk mengejar ketertinggalan target tersebut. Setioso mengaku memaksimalkan aset-aset daerah yang ada. Tetapi aset tersebut terlebih dahulu harus dibenahi.
Contohnya Akau Kijang Kota. Setelah dilakukan pembenahan seperti saat ini maka menjadi sumber pemasukan bagi PAD.
“Mulai tahun ini kita pungut retribusi di Akau Kijang Kota. Aset yang lain juga akan diperlakukan sama namun harus dibenahi dulu infrastrukturnya,” ucapnya.
Begitu juga dengan parkiran. Hingga saat ini target di bidang tersebut hanya Rp100 juta lebih. Jika ingin menaikan targetnya, harus dilakukan pembenahan. Baik itu lokasi parkir, kemanan dan kenyamanannya.
“Kita berharap pemerintah juga peran aktif untuk perbaikan aset-aset yang ada. Dengan begitu menjadi layak untuk masyarakat dan bisa menjadi sumber pemasukan,” tutupnya.
Wartawan : Ari
Editor : Roni