Basyaruddin Idris alias Tok Oom. Foto: Ist
Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Polemik penundaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bikin suasana makin memanas, Senin (17/11/2025) pagi.
Padahal penundaan tersebut sudah diberitahukan secara resmi oleh Organizer Committee (OC) Parta Golkar Kepri melalui surat yang ditandatangani oleh Ketua OC Daniel dan Sekretaris OC Muhammad Toha.
Basyaruddin Idris alias Tok Oom selaku Tokoh Muda Melayu Provinsi Kepri sekaligus Mantan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Kepri, tiba-tiba menyatakan keinginannya maju menjadi Ketua DPD I Golkar Provinsi Kepri.
Sah dan tak sahnya Tok Oom maju, tentu hanya internal Partai Golkar yang mengetahui aturan dan dasar hukum sesuai AD/ART. Namun keinginan Tok Oom maju datang dari mulutnya sendiri.
“Saya Basyaruddin Idris Mantan Ketua AMPG Kabupaten Kepri yang saat itu Ketua DPD-nya Bang Dalmasri, saya siap maju menjadi Calon Ketua Partai Golkar Kepri,” ucapnya kepada KepriDays.co.id.
Selain itu, Tok Oom mengatakan, dirinya pada saat tersebut tepatnya di zaman Reformasi, sewaktu Ketua Umum Golkar itu Akbar Tandjung, dirinya tegak lurus mempertahankan Partai Golkar dari cacian orang-orang di tahun 2000.
“Saya pun hadir di Jambore AMPG di Cibubur tahun 2000, walau di caci maki tegak luruh mempertahankan Partai Golkar,” cerita Oom.
Oleh karena itu, Tok Oom pun sekali lagi memohon dukungan kepada senior dan tokoh Golkar Kepri, untuk maju memimpin Golkar Kepri kedepan.
“Semoga saya direstui petinggi-petinggi Golkar, saya cukup layak untuk pimpin Golkar Kepri kedepan,” kata Oom.
Editor : Roni