ASN saat mengikuti manajemen talenta di Pemkab Bintan. Foto: Ari
Bintan, KepriDays.co.id – Hasil asesmen 500 pejabat Kabupaten Bintan sudah tergambarkan. Secara umum, dalam program manajemen talenta asesmen dalam penilaian kompetensi pejabat telah masuk kedalam box atau kotak penilaian.
Sekda Bintan Ronny Kartika mengatakan, idealisnya pejabat Eselon II atau Pimpinan Tertinggi Pratama harus berada di kotak 7,8 dan 9. Namun masih ada yang di kotak 6 kebawah.
“Intinya, dasar data yang menggambarkan posisi kotak-kotak itu bisa digunakan untuk mengevaluasi keberadaan pegawai. Baik pejabat struktural, fungsional hingga kecamatan dan kelurahan,” ujar Ronny di Kantor Bupati Bintan, kemarin.
Peningkatan kompetensi masih dapat dilakukan dalam menambah poin-poin keberadaan pejabat dalam manejemen data sistem (MDS). Bisa melalui diklat maupun kursus-kursus singkat yang memiliki sertifikasi.
“Bagi pejabat yang masih berada di kotak 6 kebawah lakukan kursus singkat untuk menambah bobot poin. Itu mendukung manajemen talenta,” jelasnya.
Sedangkan disinggung persentase pejabat yang berada di kotak 6 kebawah. Ronny tidak menampik masih ada pejabat yang hasil kompetensinya dibawah ideal.
Namun dia tidak mengetahui jumlah pastinya, karena data itu tidak dapat dipublikasikan secara terbuka. “Untuk persantes jumlah pejabat yang dibawah kotak 7,8,dan 9 ada diadmin khusus di BKPSDM Bintan,” katanya.
Selain itu, Ronny sudah mengingatkan kepada seluruh pejabat yang ikut tes profiling manajemen talenta agar mengupload sertifikasi.
Mulai dari sertifikat Diklat PIM PKN 2,3, dan 4. Sertifikat jabatan fungsional pengadaan barang dan jasa serta bimtek kursus yang bersifat peningkatan kompetensi diri.
“Kita sudah peringatkan berkali-kali untuk meng-upload. Namun masih ada yang tidak menjalankan juga,” sebutnya.
Sementara bagi pejabat atau pegawai yang tidak juga merespon peringatan itu, maka akan jadi bahan evaluasi. Untuk evaluasi yang diberikan juga bermacam-macam.
Apabila tidak ada etikad berubah maka akan tersisihkan dalam konteks evaluasi penilaian. “Alternatif evaluasi bermacam sekema juga. Bisa saja pejabat itu dipindahkan dari posisinya sekarang,” ucapnya.
Wartawan : Ari
Editor : Roni