Marjohan Kritisi Pelabuhan Penyeberangan Pelajar yang Tak Layak, Ini Jawaban Plt Kadishub Anambas

Anambas, KepriDays.co.id – Moda transportasi pelajar di Kabupaten Kepulauan Anambas hingga saat ini masih didominasi oleh kapal laut, bagi pelajar yang tinggal di pulau atau pesisir.

Pelabuhan penyeberangan menjadi fasilitas vital untuk berangkat dan pulang sekolah, sekaligus penunjang utama kelancaran dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar.

Salah satu pelabuhan yang digunakan pelajar SMP Negeri 1 Siantan Utara di Desa Piasan, kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai tidak lagi layak digunakan.

Diketahui dari pantauan lapangan, atap pelabuhan sudah tidak ada, sehingga pelajar harus menunggu kapal tanpa perlindungan dari panas matahari maupun hujan. Bahkan ruang tunggu pelabuhan juga terlihat rusak dan tidak layak, dengan lantai yang mulai rapuh serta fasilitas pendukung yang minim.

Anggota DPRD Anambas, Marjohan, menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan pelajar dengan menyoroti langsung kondisi pelabuhan yang dinilai sangat berisiko.

“Saya takut melihat anak-anak ramai-ramai menggunakan pelabuhan ini untuk naik ke kapal. Bedegup jantung saya,” ujar Marjohan.

Selain itu, ia menyarankan agar penggunaan pelabuhan yang rusak tersebut dihentikan sementara dan dialihkan ke Pelabuhan
Desa Piasan meskipun jaraknya lebih jauh dari sekolah.

“Memang pelabuhan ini dekat dengan sekolah, tapi demi keselamatan anak-anak sebagai generasi bangsa, lebih baik dialihkan ke pelabuhan desa walaupun harus berjalan beberapa meter,” tegas Marjohan.

Menjawab hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Anambas, Nurullah mengatakan, pihaknya telah melakukan pengukuran terhadap pelabuhan yang rusak sebagai langkah awal untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut Nurullah, bangunan pelabuhan tersebut merupakan peninggalan program PNPM, sehingga jika dilakukan rehabilitasi membutuhkan anggaran yang sangat besar.

“Kalau direhab pakai pondasi pailling, biayanya bisa sampai miliaran rupiah. Karena itu, kami lebih memilih membangun pelabuhan baru,” ujar Nurullah.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan pelabuhan baru akan dilakukan di lahan milik sekolah setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kepala SMP Negeri 1 Siantan Utara.

“Biar lebih irit juga, jadi bangun di lahan sekolah. Lokasinya lebih aman dan dekat untuk anak-anak,” jelasnya.

Sementara, Nurullah mengungkapkan pihaknya mendapat informasi dari Kepala Desa Piasan, Zainal Arifin, terkait rencana bantuan dari Pemerintah Pusat.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) disebut siap membangun pelabuhan pelajar melalui program Jembatan Penyeberangan Anak Sekolah (JPAS), meskipun hingga kini masih menunggu realisasi.

“Sampai saat ini kita masih menunggu realisasi program JPAS. Jika tidak terealisasi, akan kita upayakan melalui APBD Perubahan atau APBD tahun 2027,” pungkas Nurullah.

Wartawan : Yolana
Editor : Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *