Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Pelaksanaan Bazaar Ramadan 1447 H/2026 yang sebelumnya direncanakan digelar di Zona B Kawasan Gurindam 12, Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, resmi dibatalkan untuk lokasi tersebut.
Keputusan ini diambil oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Hasan, sebagai langkah menjaga kondusivitas, ketertiban, serta keharmonisan antar pedagang selama bulan suci Ramadan.
Sebagaimana diketahui, Bazar Ramadan 1447 H/2026 merupakan bagian dari agenda kalender pariwisata Provinsi Kepri Tahun 2026, sekaligus rangkaian awal kegiatan Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus pemberdayaan pelaku UMKM selama momentum Ramadan.
Bazaar tersebut sedianya diselenggarakan oleh Komunitas UMKM Kota Tua Provinsi Kepri di Zona B Kawasan Gurindam 12, yang merupakan salah satu ruang publik dan destinasi strategis di Kota Tanjungpinang.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Hasan menyampaikan, keputusan pengalihan lokasi diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk penataan kawasan, kebersihan, kenyamanan pengunjung, serta kepentingan bersama para pedagang.
“Kami memandang Bazar Ramadan 1447 H sebagai kegiatan positif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM. Namun, demi menjaga ketertiban, kebersihan kawasan, serta kondusivitas selama Ramadan, pelaksanaannya di Zona B Gurindam 12 untuk tahun ini kami alihkan ke lokasi lain,” ujar Hasan.
Meski demikian, rencana penyelenggaraan Bazar Ramadan 1447 H/2026 tidak dibatalkan sepenuhnya. Kegiatan tetap akan dilaksanakan di lokasi alternatif yang saat ini masih dalam tahap finalisasi dan koordinasi lebih lanjut bersama pihak terkait.
Pelaksanaan kegiatan tetap dipercayakan kepada Komunitas UMKM Kota Tua Provinsi Kepri, dengan harapan bazar ini tetap menjadi ruang produktif bagi pelaku UMKM serta mampu memperkuat daya tarik wisata Ramadan di Kepri.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara inklusif dan berkelanjutan, tanpa mengesampingkan aspek sosial, ketertiban umum, serta keharmonisan masyarakat.
Editor : Roni
