Waka KNPI Tanjungpinang Filemon Tambunan. Foto: Ist
Tanjungpinang, KepriDay.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 berlokasi di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis, 12 Maret 2026 lalu.
Musrenbang tersebut tentu menjadi bagian dari tahapan dalam menyusun arah dan prioritas pembangunan daerah khususnya di bidang Kepemudaan.
Kegiatan ini menjadi forum tertinggi resmi untuk menyelaraskan kebutuhan Pemuda dengan kebijakan pembangunan Kota Tanjungpinang, sekaligus memastikan proses perencanaan berjalan sesuai prinsip partisipatif dan berkelanjutan.
Wakil Ketua KNPI Kota Tanjungpinang, Filemon Tambunan menyampaikan, secara prinsip KNPI Kota Tanjungpinang mendukung penuh pelaksanaan Musrenbang sebagai mekanisme demokratis dalam perencanaan pembangunan.
Bahkan, menurutnya, Musrenbang merupakan wadah untuk mempertemukan arah kebijakan pemerintah dengan kebutuhan realita lapangan yang dibutuhkan pemuda kota Tanjungpinang saat ini.
“Kami melihat Musrenbang ini sebagai instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan kepemudaan kota Tanjungpinang ke depan. Artinya, terdapat keseriusan dari pemerintah Tanjungpinang untuk mendorong pembangunan fasilitas dan kualitas Kepemudaan yang lebih terarah kedepannya,” ujar Filemon kepada KepriDays.co.id.
Namun demikian, Filemon menegaskan, keterlibatan pemuda dalam partisipasi publik, masih perlu mendapatkan perhatian lebih serius. Ia menilai keterlibatan organisasi kepemudaan seharusnya tidak hanya dalam proses penyusunan pada acara Musrenbang yang cenderung bersifat pelengkap dalam agenda formal pemerintah daerah.
“Organisasi kepemudaan seperti KNPI belum dilibatkan secara optimal pada proses tahapan pelaksanaan di lapangan. Bahkan tak jarang kegiatan pemerintah Kota Tanjungpinang yang bersifat bersentuhan langsung ke ranah pemuda namun tak melibatkan unsur OKP yang terlibat aktif sejak awal dalam proses penyusunan rencana-rencana Kerja Kepemudaan dari sejak Musrenbang,” sesalnya.
“Jika pemuda hanya dihadirkan pada forum Musrenbang yang bersifat seremonial, tapi tak terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan, maka boleh kami katakan Musrenbang itu hanya sebatas kegiatan perencanaan saja,” tambahnya.
Kemudian, Filemon pun menyoroti minimnya anggaran di bidang kepemudaan Tanjungpinang, mengingat Kota Tanjungpinang sudah mulai berkembang baik secara kuantitas maupun kualitas dengan ditandai berbagai kegiatan-kegiatan OKP serta bertambahnya jumlah-jumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Tanjungpinang.
“Kami tidak sedang menegasikan Musrenbang, justru ingin memperkuatnya. Ketika pemuda dilibatkan sejak awal, maka mereka juga harus dilibatkan dalam prosesnya, serta harus didukung dengan atensi penuh pemerintah melalui program dan anggaran yang memadai,” tegas Filemon.
Oleh karena itu, Filemon berharap ke depan Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat membangun mekanisme perencanaan yang lebih inklusif, serta membuka ruang keterlibatan organisasi kepemudaan dalam proses pelaksaan yang lebih transparan dan berkelanjutan.
“Dengan penguatan partisipasi pemuda dan evaluasi proses perencanaan, KNPI Tanjungpinang optimistis pembangunan kepemudaan ke depan tidak hanya berjalan secara formal, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan sosial dan masa depan generasi muda kota Tanjungpinang,” terangnya.
Editor : Roni