Lis Darmansyah. Foto: Ist
Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menegaskan, Pemerintah Kota Tanjungpinang membuka peluang bagi Indomaret untuk beroperasi di Tanjungpinang, dengan sejumlah syarat yang berpihak pada kepentingan daerah dan masyarakat lokal.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk keseimbangan antara menarik investasi dan melindungi ekonomi lokal. Ia menekankan, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh pihak ritel nasional tersebut.
“Di antaranya, nama gerai harus mempertimbangkan kearifan lokal, misalnya mengangkat identitas daerah seperti ‘Gurindam Mart’ yang dikelola oleh Indomaret,” ujarnya.
Selain itu, produk yang dijual diwajibkan berasal dari pelaku UMKM dan IKM Kota Tanjungpinang. Tidak hanya itu, tenaga kerja yang direkrut juga harus diutamakan dari masyarakat lokal, khususnya yang memiliki KTP Tanjungpinang.
Lis Darmansyah mengakui, syarat tersebut bukan hal yang lazim bagi perusahaan ritel berskala nasional seperti Indomaret, yang selama ini menerapkan sistem manajemen terpusat, termasuk dalam perekrutan karyawan dari berbagai daerah.
“Selama ini memang tidak bisa ditawar, tapi khusus di Tanjungpinang kita minta komitmen itu dibuat secara tertulis. Ini demi kepentingan masyarakat kita,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan, sebelumnya pemerintah sempat menolak kehadiran ritel nasional karena tidak adanya ruang tawar bagi daerah. Namun kini, dengan adanya peluang kesepakatan yang lebih berpihak kepada masyarakat, pemerintah memilih membuka ruang dialog.
“Kalau kemarin kita larang karena tidak ada manfaat untuk daerah, sekarang ketika ada komitmen yang baik, kenapa harus kita tolak? Selagi itu pro masyarakat, tentu kita dukung,” katanya.
Lis Darmansyah juga menyoroti pentingnya fleksibilitas dalam kebijakan agar tidak dianggap menghambat investasi.
“Kalau saya terlalu kaku, nanti dianggap tidak pro investasi. Tapi ketika kita buka ruang dengan syarat untuk kepentingan daerah, justru dianggap salah juga. Lalu kapan kita bisa bangkitkan ekonomi Tanjungpinang?,” ungkapnya.
Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari terobosan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini berada di angka 3,33 persen.
Menurutnya, beberapa indikator ekonomi menunjukkan tren positif, seperti sektor perdagangan yang meningkat, angka kemiskinan dan pengangguran yang menurun, serta inflasi yang tetap terkendali. Namun, sektor infrastruktur masih menjadi salah satu faktor yang menahan laju pertumbuhan ekonomi.
Dengan masuknya ritel nasional yang berkomitmen pada kepentingan lokal, diharapkan dapat menjadi stimulus tambahan bagi perekonomian Tanjungpinang.
Rencananya, Indomaret akan mulai masuk dan beroperasi di Tanjungpinang pada pertengahan tahun ini, dengan skema yang masih dalam tahap pembahasan antara pihak perusahaan dan pemerintah daerah.
Penulis : Ikhwan
Editor : Roni