Industri Migas Jadi Sasaran Awal Sensus Anambas. Foto: Yolana
Anambas, KepriDays.co.id – Sensus Ekonomi 2026 mulai mengguncang sektor industri di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turun langsung ke kawasan Matak Base, Kecamatan Kute Siantan, Senin (11/5), untuk mengumpulkan data aktivitas ekonomi strategis, khususnya sektor minyak dan gas.
Kegiatan itu dipimpin langsung Kepala BPS Provinsi Kepri, Toto Haryanto Silitonga bersama Bupati Kepulauan Anambas, Aneng. Kehadiran mereka menandai dimulainya pendataan besar yang akan berlangsung hingga 30 Juni 2026 mendatang.
Pada tahap awal, sensus ekonomi difokuskan pada sektor industri yang dinilai menjadi salah satu penopang utama perputaran ekonomi di Anambas.
Matak Base dipilih karena kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas logistik industri migas yang berada di bawah pengelolaan SKK Migas.
Meski demikian, BPS mengaku belum mendapatkan sejumlah data penting dari pihak perusahaan migas maupun SKK Migas terkait jumlah sumur produksi, volume produksi, hingga rincian aktivitas eksplorasi di wilayah offshore Anambas.
Toto Haryanto Silitonga mengatakan, sensus ekonomi yang dilakukan setiap 10 tahun sekali memiliki peran penting untuk mengukur perubahan struktur ekonomi daerah.
Menurut Toto, data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan dan investasi di daerah.
“Sensus ekonomi ini sangat penting karena menjadi alat ukur perubahan ekonomi selama 10 tahun terakhir. Dari sini kita bisa melihat sektor mana yang berkembang, mana yang menurun, termasuk kontribusi industri migas terhadap daerah,” kata Toto.
Namun dalam kunjungan tersebut, BPS belum memperoleh jawaban detail terkait data teknis produksi migas dari pihak perusahaan.
“Masalah itu, ya mungkin sudah aturan dari perusahaan. Kita mengikuti saja, nanti kami menyurati SKK Migas dan perusahaan untuk memberikan data berapa sumur migas, jumlah produksi dan lain-lain,” ujar Toto.
Toto berharap seluruh perusahaan yang beroperasi di Anambas dapat bersikap kooperatif dan membantu petugas sensus dalam memberikan data yang diperlukan.
“Kami berharap perusahaan terbuka dan mendukung sensus ekonomi ini. Semua data yang diberikan tentu untuk kepentingan pembangunan daerah dan kepentingan nasional,” katanya.
Sementara, Aneng menegaskan sensus ekonomi bukan sekadar pendataan biasa, melainkan menjadi fondasi utama dalam menentukan masa depan pembangunan daerah.
“Kita minta jujur lah memberikan data. Ini kan dasar pembangunan untuk ke depan. Kalau pusat nilai, wah Anambas masih kurang, nanti mereka bantu. Dasarnya ya dari hasil sensus ekonomi,” kata Aneng.
Ia juga meminta seluruh petugas sensus ekonomi dari BPS agar aktif dan tegas dalam meminta keterbukaan data dari seluruh perusahaan yang ada di Anambas.
“Petugas sensus harus mendesak perusahaan supaya terbuka terhadap semua data yang dibutuhkan. Jangan ada yang ditutupi, karena ini menyangkut masa depan pembangunan Anambas,” tegas Aneng.
Wartawan : Yolana
Editor : Roni