Jakarta, KepriDays.co.id – Presiden Prabowo melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Maruli Simanjuntak di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10).
Maruli dilantik pada saat yang sama menjadi Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105 dan 106 TNI tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil, serta Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.
Profil Jenderal Tandyo Budi Revita
Tandyo memulai karier militernya setelah masuk Akademi Militer pada 1991 dengan kecabangan Infanteri (Kostrad).
Di lingkungan Kementerian Pertahanan, ia pernah menempati posisi sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kemhan pada 2021 hingga 2023.
Sebelumnya, Tandyo menjabat sebagai Direktur Rahasia Komunikasi Pertahanan di Ditjen Strahan Kemhan pada periode 2019 hingga 2021.
Pada 2018 sampai 2019, ia menjadi Direktur Bela Negara di Ditjen Pothan Kemhan, dan pada 2018 juga bertugas sebagai Paban III/Latgab Sops TNI.
Dalam catatan kariernya di TNI AD, Tandyo pernah menjadi Paban III/Sopsad pada 2017 hingga 2018 serta Komandan Korem 142/Taroada Tarogau pada 2016.
Pada 2015 ia memegang jabatan sebagai Danmentar Akademi Militer sekaligus Danrindam IX/Udayana, dan pada 2014 bertugas sebagai Asops Kasdam VII/Wirabuana.
Di level batalyon dan brigadenya, Tandyo tercatat sebagai Danbrigif Linud 17/Kujang I pada 2011 hingga 2012 dan Danyonif Linud 330/Tri Dharma pada 2011. Pada 1995 ia pernah menjadi Komandan Tim Khusus Combat Intelligence Yonif Linud 330/Tri Dharma.
Pada 21 Februari 2024, Tandyo dilantik menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Setahun kemudian, tepatnya Minggu 10 Agustus 2025, Presiden Prabowo melantik Tandyo menjadi Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia dan seiring pelantikannya menaikkan pangkat Tandyo dari Letjen menjadi Jenderal TNI.
Editor: Roni
