Jakarta, KepriDays.co.id – Sejumlah pejabat lintas lembaga, termasuk Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, mendatangi kantor Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia.
Pertemuan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB dan membahas potensi hilirisasi serta penciptaan nilai tambah.
Hadir pula Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, serta perwakilan PT Pertamina (Persero).
“Tadi kami melakukan rapat karena ini bicara tentang Kemenko baru, dan tadi saya melakukan rapat koordinasi,” ungkap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Ia menegaskan tidak ada bahasan khusus dalam pertemuan tersebut. Fokusnya meliputi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan langkah untuk mendorong devisa.
“Rapatnya sifatnya koordinasi saja biasa dalam rangka mendorong bagaimana penciptaan nilai tambah dan bagaimana bisa meningkatkan PNBP dan meningkatkan devisa kita di era kondisi global yang tidak menentu,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyebut perlunya sinergi lintas pihak untuk agenda ketahanan dan transisi energi. “Saya meminta dukungan dari mereka semua, dari abang-abang saya, dari tim semua agar ini bisa kita lakukan termasuk dengan urusan ketahanan energi dan transisi energi,” sambung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini.
Stok BBM Nasional Aman, Percepatan Distribusi Jadi Sorotan
Menjawab antrean panjang di sejumlah SPBU daerah, Bahlil memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) secara nasional dalam kondisi memadai. Kepastian itu disampaikan usai menerima laporan terkini dari Pertamina.
“Tadi saya juga mendapat laporan dari Pertamina. Secara stok nasional kita, BBM itu di 16-18 hari, jadi stok BBM nasional insyaallah itu aman,” kata Bahlil di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Ia menekankan persoalan utama yang muncul di lapangan adalah kendala distribusi, khususnya ke Bali. Untuk mengatasi hal tersebut, ia meminta penambahan armada angkutan BBM melalui jalur laut.
“Yang Pertamina laporkan ke saya tadi adalah distribusi dari daerah Jawa Timur ke Bali dan beberapa tempat yang terkait dengan kapal. Saya tadi memerintahkan untuk mereka untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah, supaya bisa percepatan,” jelas dia.
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali
PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan dan distribusi BBM di Bali. Upaya yang ditempuh antara lain penambahan suplai, optimalisasi armada mobil tangki, serta pengoperasian terminal dan SPBU selama 24 jam.
Seiring langkah tersebut, kondisi layanan di sejumlah SPBU mulai berangsur kondusif. Percepatan pemulihan pasokan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Dari sisi pasokan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026, menurut keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).
Editor: Roni
