BPBD, Katar, PSM, Mahasiswa UMRAH dan Tagana Tanjungpinang Kolaborasi Sebar 3.000 Masker

Tanjungpinang, KepriDays.co.id— Sebuah gerakan kolaboratif berskala masif dan sarat akan nilai-nilai kepedulian sosial kembali dilaksanakan pada jantung pusat aktivitas mobilitas masyarakat Kota Gurindam, yakni, Kota Tanjungpinang sebagai bentuk respon taktis dalam meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat sebaran polusi udara kabut asap.

Aksi nyata kemanusiaan tersebut langsung menyisir area publik digerakkan secara terpadu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang yang bersinergi total dengan barisan pemuda, relawan sosial, serta elemen akademisi kampus setempat.

Kekuatan kolaborasi lintas sektor tersebut diperkuat oleh kehadiran jajaran Karang Taruna Kota Tanjungpinang, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tagana (Taruna Siaga Bencana), serta didukung penuh oleh militansi pemuda dari Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) PERMAS (Persatuan Mahasiswa Nias).

Mereka bersama mengambil titik fokus utama di kawasan padat lalu lintas seputaran Simpang 4 Pamedan Kota Tanjungpinang. Ratusan relawan gabungan ini bergerak serentak menghampiri para pengguna jalan raya untuk membagikan masker gratis.

Dalam pergerakan humanis tersebut, sebanyak 3.000 lmasker didistribusikan kepada para pengendara roda dua, roda empat, pejalan kaki, hingga para pelaku usaha mikro yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi tersebut.

“Aksi ini tidak sekadar menjadi ajang bagi-bagi perlengkapan proteksi kesehatan fisik semata, melainkan menjelma sebagai panggung edukasi langsung yang interaktif,” kata Ketua Katar Tanjungpinang Supardiano, Sabtu (17/10/2026).

Para relawan sosial bersama rekan-rekan mahasiswa UMRAH terlihat aktif memberikan imbauan humanis kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas luar ruangan yang kurang mendesak, serta disiplin menggunakan masker demi menjaga kesehatan saluran pernapasan di tengah kondisi kualitas udara yang sedang tidak menentu.

“Kami bersama BPBD Kota Tanjungpinang serta pilar-pilar kepemudaan dan intelektual muda kampus ini, menjadi bukti otentik bahwa ketika birokrasi pemerintahan, organisasi sosial, dan kaum pergerakan mahasiswa mampu menyatu dalam satu frekuensi kemanusiaan yang sama,” kata Supardiano.

Sementara, Supardiano berharap, program mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat dapat terealisasi secara cepat, tepat sasaran, serta mampu memberikan dampak perlindungan yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Tanjungpinang.

“Semoga ini dapat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan dirinya di masa kabut asap kiriman,” tutup Supardiano.

Editor: Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *