Advetorial, KepriDays.co.id – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di triwulan III 2021 secara year on year (YoY) menunjukan pertumbuhan atau naik sebesar 2,97 persen. Namun, bila dibandingkan sebelumnya di tahun 2020 pada triwulan yang sama pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri berada dibawah yakni minus -5,81 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, mencatat perekonomian Provinsi Kepri mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,97 persen (yoy) pada triwulan III-2021 ini.
“Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau di triwulan III 2021 secara year on year (yoy) tumbuh 2,97 persen,” kata Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo dalam rilisnya di Tanjungpinang, Jumat (5/11/2021).
Sementara tambah Agus dari sisi PDRB atas dasar harga konstan di triwulan III 2020 hanya mencapai sebesar Rp 43,115 triliun. Sedangkan, di triwulan III 2021 menjadi Rp 44,395 triliun.
“Ya jelas ini ada terjadi kenaikan yang mencapai sebesar 2,97 persen,” jelasnya.
Namun lanjutnya, bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2021 terhadap triwulan III 2021 (q to q), perekonomian di Provinsi Kepri justru terkontraksi sebesar 0,39 persen.
Hal ini tambahanya, dapat dilihat dari nilai PDRB Provinsi Kepri di triwulan II 2021 yang mencapai sebesar Rp 44,567 triliun, dan menjadi hanya Rp 44,395 triliun di triwulan III 2021.
“Secara kumulatif, dari Januari sampai triwulan III 2021, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri tumbuh sebesar 2,79 persen. Ini secara kumulatif masih tumbuh,” ujarnya.
Agus juga memaparkan, jika dibandingkan pada triwulan III 2016 – triwulan III 2021 secara y on y pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri mengalami tren yang cukup membaik. Walaupun tehasnya, jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi pada 2019, pertumbuhan ekonomi Kepri masih mengalami perlambatan.
“Tapi jika dibandingkan dengan 2020 sudah jauh lebih baik, karena tumbuh 2,97 persen,” katanya.
Agus menyampaikan, kategori yang memberikan andil terbesar untuk pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada trwiulan III 2021 ini yakni dibidang industri pengolahan yang memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,59 persen.
“Yang mengalami kenaokannjuga dibidang kategori konstruksi dengan andil 1,5 persen, kategori perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor memberikan andil sebesar 0,86 persen,” ujarnya lagi. ***
