Ansar-Nyanyang jadi Gubernur dan Wakil Gubenur Kepri, Bakal Pejuangkan Perluasan Bandara Karimun

Karimun, KepriDays.co.id – Berulang kali Ansar Ahmad menekankan pentingnya perluasan Bandar Udara (Bandara) Raja Haji Abdullah di Karimun.

Menurut Ansar, perjuangannya dalam memperluas landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah, akan memberikan dampak besar bagi kemajuan Kabupaten Karimun.

Perluasan atau memperpanjang landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah akan berdampak kepada peningkatan perekonomian masyarakat akibat dari peningkatan berbagai sektor.

Mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, peningkatan sektor industri, perdagangan, juga investasi.

“Ekonomi terpecah karena banyak akses lewat Batam. Investor takut datang, terlebih dalam kondisi cuaca buruk,” demikian ujar Ansar dalam Kampanye Dialogis dihadiri ratusan warga Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Karimun, Selasa (15/10/2024) beberapa waktu lalu.

“Saya sudah berapa kali mau mengajak Pak Erlangga (Menko Perekonomian RI) ke sini. Tapi tidak jadi karena pertimbangan akses jalur laut. Tapi kalau bisa didarati pesawat besar, sudah lain cerita. Beliau bisa langsung sampai ke sini,” ujar Ansar.

Maka dari itu, ia menegaskan pengalaman batalnya dalam membuka peluang investasi dengan memperkenalkan potensi di Karimun kepada calon investor beberapa kali gagal karena alasan yang sama.

“Itulah kenapa Sayang beranggapan bandara di Karimun penting diperluas. Kalau tidak Karimun susah maju,” kata Ansar.

Bandara Karimun dia sebut harus dikejar supaya bisa didarati pesawat Boeing 737.

Didaratinya Bandara Raja Haji Abdullah oleh pesawat berbadan besar ini akan berdampak terhadap masuknya investasi yang kemudian bermuara kepada peningkatan berbagai sektor.

“Bandara Karimun belum lama ini telah diperpanjang 200 meter. Tinggal ditambah 200 meter lagi supaya jadi 2 ribu meter, maka sudah bisa didarati pesawat berbadan besar. Dari atau mau ke Jakarta bisa langsung tanpa harus ke Batam dulu,” ujar Ansar.

“Kita harus kejar lima miliar lagi untuk pembebasan lahan. Dan ini harus ada dukungan pemerintah pusat. Anggatan Rp120 miliar, kalau pakai APBD tak kuat kita,” sebutnya lagi.

Editor: Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *