Anambas, KepriDays.co.id – Seks bebas telah menjalar di kalangan pelajar yang ada di Kabupaten Anambas. Setiap bulan, selalu saja ada kasus seksual yang menimpa pelajar.
Bahkan, Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Anambas, Ronald Sianipar mendapat cerita yang menyedihkan kala sedang menjalankan hoby berburu.
Pada KepriDays.co.id, Ronald menerangkan, saat dirinya bersama rekannya sedang berburu hewan di kawasan Bukit Tengkorak, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan.
Tiba di daerah yang ada kuburan cina, ia mendapati sepasang kekasih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sedang berbuat asusila.
“Tak sengaja melihat ada pasangan pelajar yang sedang berhubungan badan. Untung tidak tertembak. Biasa hewan buruan kami, sering baring di atas kuburan cina,” kata Ronald Sianipar.
Ketika mendapati pelajar sedang bercinta, Ronald lalu meminta sepasang kekasih itu untuk segera menggunakan pakaiannya. Lalu, diberi peringatan keras.
“Dia menangis jangan sampai ngadu ke guru dan orang tua. Karena kita kasihan, ya kita berikan pemahaman dan mereka buat video pernyataan bahwa tidak mengulang lagi,” tutur Ronald.
Yang lebih mirisnya lagi, kata dia, bukan satu kali saja ia mendapati hal seperti ini. Malahan, telah empat kali.
“Empat kali, dengan pasangan berbeda. Semuanya itu anak SMP,” sebut Ronald.
Dari empat pasang yang ia temukan, rata-rata sepasang kekasih itu mengaku tidak memiliki uang untuk membayar sewa kamar.
Meskipun ada duit untuk menyewa kamar, Ronald menegaskan, hubungan seks diluar nikah tidak layak dilakukan bagi kalangan pelajar.
Ia menduga sudah sering pasangan sejoli dibawah umur berbuat asusila di atas kuburan. Karena, selama ini dirinya telah mendapati empat pasangan.
“Mungkin dari mulut ke mulut. Kalau disana (bukit tengkorak) bebas untuk melakukan hal yang tak semestinya karena kurang terjangkau oleh siapapun,” tutur Ronald.
Oleh karena itu, KPPAD telah berkordinasi dengan aparat penegak hukum maupun aparat penegak peraturan daerah (perda), untuk terus rutin melaksanakan patroli dikawasan yang rawan untuk dijadikan tempat maksiat.
“Saya sudah bilang sama petugas, kalaupun banyak motor di tepi jalan. Pasti ada orangnya sedang melakukan maksiat. Ya saya minta patroli secara rutin,” tegas Ronald.
Wartawan: Yolana
Editor: Roni
