Sumsel, KepriDays.co.id – Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi ibu rumah tangga berinisial SA (63) oleh anak kandungnya berinsial AF (23).
Pelaku sempat membakar korban untuk menghilangkan jejak dan membayar dua temannya untuk menggali lobang.
Kasatreskrim Polres Lahat AKP Muhammad Ridho Pradhani mengungkapkan, tersangka membunuh ibunya dengan cara membacok leher korban.
Perbuatan itu dilakukan di Danau Belidang, Mulak Sebingkai, Lahat, Sumatera Selatan, Sabtu (28/3) siang.
Tersangka lalu mencari bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite untuk membakar korban. Tersangka kesal lantaran api sudah padam sebelum tubuh ibunya hancur.
“Tersangka sempat membakar tapi tidak habis,” ungkap Kasatreskrim Polres Lahat AKP Muhammad Ridho Pradani, Kamis (9/4).
Kemudian tersangka mencari karung dan didapatkan empat buah. Tersangka panik karena tubuh korban tak muat dalam karung.
Tersangka lantas memutilasi tubuh korban menjadi banyak bagian. Potongan tubuh itu dimasukkan dalam tiga karung.
“Tersangka mutilasi korban karena tidak muat dalam karung, tujuannya untuk menghilangkan jejak,” kata Ridho.
Tersangka membawa karung-karung itu ke kebun milik ibunya di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat. Agar tidak dicurigai, tersangka menyembunyikannya di semak-semak.
Selanjutnya tersangka bertemu dua temannya, R dan N, lalu menyuruh membuat lubang dengan upah Rp300.000. Tersangka berdalih lobang itu digunakan untuk mencetak getah karet.
“Yang menggali dua teman tersangka, diupah bayaran. Tapi menguburkannya tersangka sendiri karena kedua saksi tidak tahu,” kata Ridho.
Sebelumnya, warga Desa Karang Dalam, Pulau Pinang, Lahat, geger dengan penemuan mayat termutilasi dan dikubur dalam karung. Korban diketahui seorang ibu rumah tangga inisial SA (63), warga setempat.
Keberadaan korban tak lagi diketahui sejak sepekan lalu. Keluarga telah mencari korban kemana-mana namun tak kunjung ditemukan hingga dilaporkan ke polisi atas orang hilang.
Editor : Roni
