Warga Kampung Batu Licin Cabut Dukungan ke Hotel Royal Bintan Heritage

Bintan, KepriDays.co.id – Warga RT 004 dan RT 006 yang berada di RW 05 Kampung Baru Licin sepakat mencabut dukungan yang sempat diberikan ke PT Askara Global Niaga selaku pemilik Hotel Royal Bintan Heritage.

Salah seorang perwakilan warga, Andi mengaku PT Askara Global Niaga tidak pernah menepati komitmen kepada masyarakat yang berada di sekitar Hotel Royal Bintan Heritage.

“Kami sangat kecewa dan telah sepakat mencabut dukungan terhadap segala bentuk usaha yang dilakukan oleh perusahaan. Termasuk Hotel Royal Bintan Heritage di Wacopek,” ujar pria ini saat ditemui di Batu Licin, Rabu (22/4/2026).

Andi menceritakan dulu di Kampung Batu Licin ini berkembang sebuah kawasan terpadu dibawah naungan PT SUN Resort. Dalam pembangunan itu warga selalu dilibatkan. Mulai dari jadi tukang bangunan, karyawan hingga keamanan.

Termasuk hadirnya Hotel S. Hotel ini mempekerjakan 80-90 persen warga tempatan. Namun setelah owner-nya meninggal dunia. Hotel dan pembangunan lainnya mati suri.

“Ketika kawasan ini dikelola mendiang Pak Sukardi warga sangat terbantu. Karena selain mempekerjakan warga lokal, juga memberikan kontribusi atau bantuan ke warga setiap tahun,” jelasnya.

Pada 2025, Hotel S diambil alih oleh pengusaha asal Batam dibawah naungan PT Askara Global Niaga. Di saat itu, perwakilan perusahaan, Arifin mengumpulkan warga untuk mendapatkan dukungan agar usaha perhotelan yang kini berubah menjadi Hotel Royal Bintan Heritage berkembang.

Dimulai dari mengumpulkan warga di Convention Center (CC) dalam rangka Konsultasi Publik dalam mendapatkan persetujuan salah satu perizinan.

Dilanjutkan pertemuan kedua di Morning Bakery Tanjungpinang. Disitu ada Ketua RT, Ketua RW, lurah dan camat. Perusahaan meminta dukungan menandatangani surat tanah untuk peningkatan hak yang akan diajukan ke ATR/BPN Bintan.

Dalam momen itu juga Arifin kembali berkomitmen untuk memfasilitasi dan merekrut warga tempatan bekerja di Hotel Royal Bintan Heritage.

“Disini awal pihak perusahaan mengumpulkan warga, RT, RW dan menyatakan komitmen untuk mensejahterakan warga. Salah satunya merekrut tenaga kerja tempatan,” kata dia.

“Tentunya dengan komitmen itu, kami selaku warga memberikan dukungan penuh agar Hotel Royal Bintan Heritage berkembang dan sukses,” tambahnya.

Namun komitmen tersebut tak kunjung direalisasikan. Warga sempat kecewa dan geram karena tidak dilibatkan dalam usaha perhotelan serta tidak memberikan kontribusi seperti komitmen yang telah disepakati.

Bahkan pihak hotel mempekerjakan orang luar daerah sebagai karyawan. Sementara warga tempatan hanya sebagai penonton.

“Untuk meredam kekecewaan warga, di awal Januari 2026, PT Askara Global Niaga menunjukkan itikad baiknya dengan pekerjakan lebih kurang 10 orang warga tempatan di RT 004 dan RT 006. Tapi sebagai pekerja kasar,” jelasnya.

Ironisnya, seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri, warga tempatan yang bekerja sebagai pekerja kasar di PHK sepihak. Tentunya hal ini memicu kembali kekecewaan warga.

Warga sempat berniat ingin mendatangi hotel untuk pertanyakan komitmen tersebut. Dikhawatirkan menimbulkan kericuhan akhirnya warga mendatangi Kantor Lurah Gunung Lengkuas untuk menyampaikan kekecewaan tersebut.

“Kami sampaikan semua keluh kesah kami ke Pak Lurah. Bahkan Pak Lurah sudah berupaya untuk menjembatani kami ke perusahaan tetapi tidak ada respon dari pihak perusahan,” sebutnya.

Dikarenakan tidak ada itikad baik perusahaan untuk merespon kekecewaan warga. Maka tekad warga di dua RT tersebut telah bulat dengan bersepakat mencabut dukungan untuk PT Askara Global Niaga dan Hotel Royal Bintan Heritage.

“Kami sangat kecewa dan semuanya telah sepakat untuk mencabut dukungan terhadap perusahaan serta hotel yang dikelola perusahaan,” ucapnya.

Wartawan : Ari
Editor : Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *