Kabupaten Kepulauan Anambas Butuh Hiburan yang Layak

Anambas, KepriDays.co.id – Kebutuhan masyarakat Kepulauan Anambas akan hiburan yang layak dan mudah, begitu terasa pada tahun 2026 yang sudah serba maju ini.

Oleh karena itu, Penggiat Perfilman Anambas (Panglima) menghadirkan program Bioskop Keliling yang akan menyambangi 10 kecamatan di wilayah tersebut.

Program ini menjadi terobosan baru Panglima dalam memperkenalkan film-film lokal sekaligus memberikan alternatif hiburan bagi masyarakat, terutama yang berada di pulau-pulau dan daerah yang jauh dari pusat keramaian.

Ketua Panglima, Sarman Galang mengatakan, Bioskop Keliling akan menayangkan sejumlah film karya sineas lokal Anambas dan Kepulauan Riau.

Film yang akan diputar di antaranya berjudul Bodet dan Radio Pak Cik Mahmud, yang merupakan hasil produksi komunitas film daerah.

“Untuk sementara film-film pendek yang kita putar, yang durasinya 20 sampai 30 menit,” kata Sarman, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, program Bioskop Keliling merupakan hasil kolaborasi antara Panglima dan Kementerian Kebudayaan yang bertujuan melestarikan karya film lokal sekaligus menghibur masyarakat.

Menurutnya, minat masyarakat Anambas untuk menonton film masih cukup tinggi, terutama warga yang tinggal di pulau-pulau.

“Tempat kita ini masih antusias warga-warga menonton film, apalagi yang di pulau-pulau,” ujarnya.

Penayangan perdana Bioskop Keliling dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026 di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa.

Kegiatan tersebut akan diselaraskan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas ke-18 yang diperingati tahun ini.

Sarman mengatakan jadwal penayangan untuk kecamatan lainnya masih dalam tahap penyusunan.

Namun, pihaknya menargetkan program tersebut dapat menjangkau seluruh kecamatan di Anambas.

“Untuk kecamatan lain belum diputuskan jadwalnya. Memang direncanakan di setiap kecamatan ada penayangan film, total sekitar 10 kali pemutaran,” katanya.

Sejauh ini Panglima telah menghasilkan sekitar 40 karya film yang terdiri dari 20 film pendek dan 20 film berdurasi panjang sejak komunitas tersebut aktif memproduksi film pada 2012.

Ia menyebut hampir seluruh proses produksi dilakukan oleh putra-putri daerah, mulai dari penulisan naskah, perencanaan, pengambilan gambar hingga proses penyuntingan.

“Rata-rata pemain dan kru adalah anak-anak lokal. Dari penulisan skenario, perencanaan, syuting sampai editing semuanya kami kerjakan sendiri,” ungkapnya.

Sarman menambahkan, proses produksi film pendek biasanya memakan waktu dua hingga tiga minggu, sedangkan film panjang bisa mencapai sembilan bulan hingga satu tahun dengan durasi sekitar satu jam 20 menit.

Keterbatasan anggaran serta kesibukan para pemain dan kru yang sebagian besar merupakan honorer pemerintah daerah menjadi tantangan tersendiri.

Meski demikian, Panglima berkomitmen terus menghadirkan karya-karya lokal dan membawa hiburan yang lebih dekat kepada masyarakat Anambas melalui program Bioskop Keliling tersebut.

Wartawan : Yolana
Editor : Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *