Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kepri ke 24 Tahun, Kamis (24/9/2026) pagi di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.
Dalam pidatonya sebagai Inspektur Upacara, Ansar mengatakan, genap 24 Tahun Bumi Melayu ini, dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002 terbentuknya Provinsi Kepri di laut Utara Indonesia, telah banyak dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri.
Seperti bantuan-bantuan untuk nelayan, bantuan pendidikan untuk sub spesialis dokter, proteksi kesehatan petani dan nelayan bersama BPJS, bunga margin 0 persen untuk UMKM untuk 7 Kabupaten/Kota dan Program Kepri Terang. Tentu capaian pertumbuhan ekonomi negeri segantang lada tersebut menjadi yang terbaik se-Sumatera.
“Kepri sudah melebihi target pertama RPJMD yang sudah ditetapkan. Untuk kerukunan umat beragama peringkat 7 secara nasional. Dan banyak lagi,” ucap Ansar.
Sedangkan, Anggota DPRD Kepri yang juga pejuang pembentukan Provinsi Kepri, Aziz Martindas, membacakan sejarah singkat terbentuknya Provinsi Kepri.
“Sejarah Kepri sangat erat dengan kerajaan Melayu, pada tahun 1899 lembaga dituan muda dihapus, maka pusat Kerajaan Riau Lingga dipindahkan dari Daik ke Pulau Penyengat,” kata Aziz.
Akhirnya, lanjut Aziz, pada saat tahun 1949 Kerajaan Riau Lingga bergabung ke Republik Indonesia, setelah 40 tahun berjalan dibawah Provinsi Riau. Kepri pun ingin berpisah dengan Riau untuk mengembangkan sektor ekonomi dan lainnya.
“Pada 15 Mei 1995, masyarakat mendesak Pemerintah Indonesia untuk membentuk Provinsi Kepulauan Riau. Maka setelah itu, dibentuklah Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) hingga terbentuklah Provinsi Kepri pada tanggal 24 September 2002,” ucap Aziz.
Sementara setelah pembacaan sejarah singkat tersebut, upacara pun selesai dengan doa dan penghormatan kepada lambang-lambang daerah di Provinsi Kepri.
Editor: Roni
