Anambas, KepriDays.co.id – Aktivitas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Anambas Inn, Tarempa Barat Kabupaten Kepulauan Anambas, terpaksa dihentikan sementara.
Bukan karena dana dari pusat tidak tersedia, melainkan anggaran tersebut belum dapat dicairkan hingga saat ini.
Kepala SPPG Anambas Inn, Messy mengatakan, dana operasional sebenarnya sudah tercatat masuk dalam sistem. Namun, kendala pada akses akun membuat dana tersebut belum dapat digunakan.
“Dananya sebenarnya ada, cuma tidak bisa dikeluarkan. Itu saja,” kata Messy.
Menurut Messy, persoalan bermula dari perubahan data email dan nomor HP yang digunakan dalam akun pencairan dana. Perubahan tersebut dilakukan oleh pihak yayasan secara berkala.
“Setiap satu bulan sekali memang harus ada perubahan data, email dan password. Perubahan itu dilakukan dari yayasan,” ujarnya.
Perubahan data tersebut kemudian menimbulkan kendala pada akses akun. Akibatnya, dana yang sudah tersedia belum dapat ditarik untuk membiayai kebutuhan operasional dapur.
Padahal, kata Messy, setiap kebutuhan dapur harus disusun terlebih dahulu. Ia sebagai kepala SPPG membuat rincian kebutuhan untuk satu hingga dua pekan ke depan, kemudian diajukan untuk mendapat persetujuan yayasan.
“Misalnya saya sebagai kepala SPPG membuat rincian pengeluaran untuk kebutuhan satu atau dua minggu ke depan. Nanti yayasan yang melakukan approval di aplikasi,” jelasnya.
Kendala tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak terkait. Pada 8 September, Messy mengaku langsung menanyakan langkah yang bisa dilakukan agar persoalan tersebut segera diselesaikan.
“Saya tanya, yang bisa saya bantu ini apa, Pak? Kemudian saya diminta menghubungi email BGN dan melaporkan permasalahannya,” tuturnya.
Messy kemudian mengirimkan laporan melalui WhatsApp dan email. Data yang diminta antara lain berkaitan dengan dapur, virtual account, ID SPPG, password serta nama yayasan.
Setelah laporan dikirim, pihak SPPG mendapat komunikasi dari pusat. Dalam komunikasi tersebut, ditemukan adanya data yang harus diperbaiki, termasuk penggunaan logo.
“Awalnya kami tidak tahu. Kemudian disampaikan ada perubahan atau kesalahan dalam penginputan data. Katanya harus menggunakan logo BGN, bukan logo yayasan,” ungkap Messy.
Perubahan tersebut langsung dilakukan. Namun, proses belum selesai karena kembali muncul permintaan perbaikan pada BA verval dan sejumlah data lainnya.
“Kami mengikuti apa yang disampaikan yayasan. Setelah berubah, ada lagi permintaan perbaikan. Jadi kami ikuti lagi,” katanya.
Tidak hanya sekali, perubahan terkait logo juga kembali diminta. Data yang sebelumnya diminta menggunakan logo BGN kemudian diminta kembali menggunakan logo yayasan.
“Yang sebelumnya diminta logo BGN, kemudian diminta lagi menggunakan logo yayasan. Itu juga sudah saya ubah,” ujar Messy.
Setelah seluruh perubahan dilakukan, pihak SPPG kembali diminta menunggu proses verifikasi. Sekitar 10 atau 13 September, pihak SPPG kembali mendapat informasi bahwa data yang diajukan telah disetujui.
“Mereka bilang, ‘Sudah kami approve, semua datanya sudah betul dan sudah benar, cuma harus menunggu lagi,” katanya.
Messy mengaku pihaknya kemudian menanyakan kapan dana tersebut bisa dicairkan. Sebab, selama dana belum dapat digunakan, operasional dapur juga tidak bisa berjalan seperti biasa.
“Kami tanya kapan kira-kira pencairannya bisa dilakukan. Karena kalau uangnya tidak bisa ditarik, otomatis dapur juga tidak bisa berjalan,” jelasnya.
Pihak terkait kemudian meminta yayasan terus melakukan koordinasi dan mendorong proses tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Messy menyebut pihaknya hanya bisa menunggu sambil mengikuti setiap arahan yang diberikan.
“Katanya mohon ditunggu saja. Nanti akan diinformasikan apakah bisa berjalan atau tidak. Mereka juga meminta yayasan untuk terus melakukan koordinasi ke atas,” ujarnya.
Menurut Messy, persoalan serupa ternyata tidak hanya dialami SPPG Anambas Inn. Sejumlah dapur lain juga disebut mengalami kendala dalam perubahan data, termasuk reset nomor HP.
“Yang mengalami masalah seperti ini bukan hanya dapur kami. Ada beberapa dapur lain yang mengalami hal serupa, terutama soal perubahan atau reset nomor HP,” katanya.
Oleh karena itu, Messy berharap persoalan administrasi dan akses sistem tersebut segera diselesaikan, sehingga dana yang sudah tersedia dapat digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan dapur.
“Intinya, sebenarnya dananya ada. Cuma tidak bisa dikeluarkan karena kendala tersebut,” tutup Messy.
Wartawan: Yolana
Editor: Roni
