oleh

Disdukcapil Buat Langkah Agar Pelayanan Masyarakat Tetap Jalan di Tanjungpinang

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Dalam hal untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19), Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang sudah resmi bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Bahkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Tanjungpinang, Irianto juga sudah menerima SE Wali Kota yang salah satu isinya adalah merumahkan pegawai atau bekerja dari rumah.

Namun untuk dua hari kedepan pihaknya masih melakukan pelayanan, karena belum mengumumkan kepada masyarakat.

Pihaknya juga berpendapat bahwa untuk Disdukcapil karena pelayanan langsung kepada masyarakat dan masyarakat juga belum sempat diberitahukan bahwa Disduk ini akan merumahkan pegawainya, tentu pihaknya mengambil langkah-langkah awal.

Pertama, pelayanan di Disdukcapil akan dilakukan diluar ruangan supaya udara terbuka. Jadi tidak ada penumpukan orang didalam ruangan tertentu dalam hal mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Kedua, pihaknya juga sudah melakukan pembersihan semua ruangan yang ada di Disdukcapil dengan menggunakan bayclin.

“Alhamdulillah, semua ruangan, meja dan lain sebagainya sudah kita bersihkan menggunakan bayclin,” ujar Irianto, Kamis (19/3/2020) di kantornya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan sarung tangan dan Hand Sanitizer bagi pihaknya yang melakukan pelayanan satu orang satu botol dengan 50 ml.

“50 ml kita siapkan satu orang pelayanan dan nanti kalau habis kita akan isikan lagi,” ucapnya.

Kemudian, pihaknya juga akan melakukan perubahan pelayanan yang selama ini dilakukan satu jam, tapi untuk mengantisipasi tidak terjadi penumpukan masyarakat diruangan atau dilokasi, tertentu maka pihaknya mengambil langkah agar masyarakat datang pagi hanya memberikan dokumen terkait apa yang akan dibuat dan kemudian dimemberikan surat pengambilan.

“Artinya masyarakat masuk pagi mengantar dan jam dua sore nanti baru diambil. Kalau dia datang dan diambilnya pagi juga pasti terjadi penumpukan. Oleh karena itu, yang mengambil kita sarankan jam dua,” jelasnya.

“Yang jelas untuk dua hari ini kami masih melakukan pelayanan karena kita belum mengumumkan kepada masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, pelayanan di Disdukcapil ini tidak bisa ditutup seperti kantor lain. “Kalau Disdukcapil gak bisa, pasti masyarakat itu butuh. Yang bisa kami lakukan mungkin ada dua opsi yang akan kami ambil,” ucapnya.

Pertama, pelayanan ditentukan waktunya dari pukul 08.30 sampai 12.00 WIB itu semua pegawai datang. Namun, untuk mengambilnya hari berikutnya.

Atau, opsi yang kedua, pihaknya akan lakukan giliran. Dua hari sekali misalnya untuk pencetakan KTP ada tiga orang, satu diistirahatkan dua orang masuk dan begitu juga yang lainnya.

“Ini kita belum bisa kita ambil keputusan karena kita harus dimusyawarahkan dulu, walaupun SE sudah kami terima karena memang Disdukcapil ini adalah pelayanan yang langsung kepada masyarakat. Ini salah satu langkah yang akan kami ambil, insyaallah mungkin mulai besok sudah kita beritahukan opsi mana yang kita pakai,” ungkapnya.

Dia menbahkan, berdasarkan imbauan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen disdukcapil) bahwa masyarakat agar tidak mengurus dokumen-dokumennya dua sampai tiga pekan kedepan kecuali yang urgent.

Contohnya, untuk BPJS, Kesehatan yang memang dia (masyarakat) perlu dokumen itu akan lakukan pelayanan.

“Dua sampai tiga pekan kedepan ini kalau tidak argen tunda dululah pengurusan ke Disdukcapil. Kalau nanti situasinya ditempat kita ini dinyatakan sudah baik kembali insyaallah nanti kita akan lakukan pelayanan semaksimal mungkin seperti semula,” tutupnya.

Wartawan: Amri
Editor: Roni


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *