oleh

Diperiksa Polisi Soal Dugaan Pelanggaran Pemilu Wali Kota, Sekda Jelaskan Masalah Masker Hibah

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari dipanggil Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang, Kamis (12/11/2020) sore. Pemanggilan itu berkaitan dengan kasus dugaan pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilakukan Wali Kota Tanjungpinang, Rahma.

Teguh Ahmad Syafari mengatakan, sesuai jadwal dirinya dipanggil hari ini untuk dimitai klarifikasi terkait pembagian masker yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang bulan lalu.

Dia mengaku menjelaskan kepada penyidik bahwa masker itu hibah dari Temasek, Sungapura. CSR yang di Singapura memberikan hibah kepada masyarakat Kepri berlogo KBRI yang disalurkan Pemko Tanjungpinang.

“Saya dimintai keterangan tentang keberadaan masker dan saya jelaskan bahwa masker itu hibah, ini yang saya sampaikan pada saat pemeriksaan,” ujarnya usai dimintai klarifikasi oleh penyidik.

Kemudian, menjelaskan Pemko Tanjungpinang tidak ada program maupun kegiatan terkait pembagian masker yang dituangkan di dalam anggaran.

Karena, bicara program dan kegiatan menurut aturan itu terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana strategis (Renstra), Rencana Kerja (Renja) dan kemudian Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA).

“Kalau program kegiatan itu pasti ada uang yang di danai APBN maupun APBD. Pembagian masker ini tidak ada dananya, kalau ini hibah berarti tidak ada uang negara disini,” jelasnya.

Intinya, kata dia, dirinya hanya dimintai klarifikasi terkait masker. Masker ini adalah dana hibah yang tidak ada kaitannya dengan APBD Kota Tanjungpinang maupun Provinsi Kepri dan tidak dalam bentuk program kegiatan.

Sah atau tidak Wali Kota membagikan saat kampanye, dia megaskan bahwa itu bukan ranah dia.

Sah atau tidak bukan ranah saya, ini adalah masker hibah, dan tidak ada kaitannya dengan APBD Kota maupun Provinsi

“Saya disinggung masalah program dan kegiatan, ini tidak ada di program dan kegiatan Pemko Tanjungpinang. Sah atau tidaknya dibagikan saat kampaye bukan ranah saya,” tegasnya.

Menurutnya, pertanyaan yang diajukan oleh penyidik kepadanya ada sekitar 25 pertanyaan.

“Sekitar 25 pertanyaan lah,” tutupnya.

Patauan, Teguh tiba di ruang Satreskrim Polres Tanjungpinang sekitar pukul 17.20 WIB bersama sopirnya menggunakan mobil dinasnya merk Innova Fenture dan mengenakan baju HKN warna biru dan selesai dimitai keterangan sekitar pukul 20.00 WIB.

Diketahui, yang sudah selesai dimintai keterangan dalam bebedapa hari ini diantaranya Warga yang menerima masker, Panwascam, Bawaslu, KPU dan BPBD Tanjungpinang dan Provinsi Kepri.

Sebelumnya, Rahma ditetapkan menjadi temuan berkaitan dengan kegiatan pembagian masker berlogo KBRI kepada beberapa warga, pada Kamis (29/10/2020) lalu terpanya di Hari libur Nasional atau Cuti Bersama. Setelah itu naik ke penyelidikan dan naik lagi ke Penyidikan.

Dan, sekarang pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembagian masker tersebut baik dari pemerintahan dan warga masyarakat untuk dimintai ketetangan terkait peristiwa tersebut untuk proses sidik yang dilakukan penyidik Polri.

Wartawan: Amri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *