Kantor KPAD Kepri Tutup, Pemerintah Tidak Peduli Perlindungan Anak

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Sejak 9 Februari 2021 bertepatan dengan Hari Pers Nasional, Kantor Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah tutup dan tidak bisa menjalankan fungsinya lagi.

Hal ini terjadi karena masa periode Surat Keputusan (SK) komisioner KPAD Kepri sudah habis tertanggal 9 Februari 2021, sejak pertama kali diserahkan pada tanggal 9 Februari 2016 lalu.

Bahkan sampai saat ini Pemerintah Provinsi Kepri, tidak mengadakan seleksi ulang kembali terhadap calon komisioner baru. Seakan, menurut Mantan Ketua KPAD Kepri Faisal Adam, pemerintah diduga sengaja mengkerdilkan KPAD Kepri.

“Pemerintah sepertinya tidak komitmen dengan perlindungan anak. Bahkan dugaan saya sengaja mengkerdilkan lembaga ini, padahal mereka sendiri yang membuat Perda-nya,” kata Faisal, Rabu (10/2/2021) malam.

Faisal juga menceritakan, sewaktu dirinya menjabat dari 2016 hingga mengundurkan diri di akhir 2018, dirinya sudah menduga hal ini akan terjadi.

Karena dari sisi anggaran saja, pemerintah tidak mensupport dengan alasan KPAD Kepri membebankan APBD Kepri.

“Bayangkan setiap tahun anggarannya menurun dari saya menjabat, tahun 2016 anggarannya Rp1,45 miliar, 2017 Rp1,363 miliar, 2018 Rp1,3 miliar, 2019 Rp850 juta,” katanya.

Kalau anggaran turun turus seperti ini, kata Faisal Adam, bagaimana KPAD Kepri mau bekerja sebagai lembaga pemerintah untuk memberikan perlindungan di 7 kabupaten/kota.

“Anggaran seminim itu, operasional 5 komisioner dan 4 THL saja sudah Rp750 juta pada 2018, belum lagi beban lainnya seperti listrik, air dan sebagainya. Pemprov saya nilai tidak komitmen perlindungan anak, padahal peran lembaga ini untuk masyarakat sangat bermanfaat, dan sekarang masyarakat terkena imbasnya,” ujarnya.

Dia pun berpikir bahwa ada upaya pemerintah dan pihak lainnya yang ingin membubarkan KPAD Kepri, sehingga hal ini miris sekali.

“Saya secara pribadi berharap lembaga ini tetap ada, semoga kepala daerah yang baru tetap komitmen untuk terus menjaga keberadaan lembaga ini. Saya sangat miris dan sedih kali KPAD Kepri tutup. Sebenarnya saya tidak ada kepentingan dengan ini, tapi saya pribadi memang terus berjuang untuk perlindungan anak,” ungkapnya.

Penulis: Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *