oleh

Konsumsi Ekstasi, Pria di Tanjungpinang Diamankan Polisi

Tanjungpinang, KepriDays.co.id -Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang mengamankan seorang pria berinisial LR. Dia diamankan karena diduga menkonsumsi narkotika jenis pil ekstasi, Minggu (7/2/2021) kemarin.

“Pelaku kita amankan di Jalan Brigjen Katamso, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri,” ujar Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando melalui Kasat Res Narkoba AKP Ronny Burungudju, Selasa (2/3/2021).

Penangkapan berawal pada, Minggu 7 Februari 2021 sekitar pukul 00.30 WIB pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang diduga sebagai pengguna narkotika jenis pil ekstasi.

Atas informasi tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan tersangka sekitar pukul 00.45 WIB sedang mengendarai mobil dan berhenti di Jalan Brigjen Katamso tersebut.

“Saat tersangka turun dari mobilnya, lalu kita lakukan penangkapan,” jelasnya.

Selanjutnya, bersama saksi dilakukan penggeledahan dan diamankan barang bukti berupa 2 setengah butir pil diduga ekstasi warna abu-abu merk kenzo dibungkus plastik bening, 1 buah tas warna coklat, 1 buah mobil, 1 unit HP Samsung.

Kemudian, tersangka dibawa ke kantor Polres Tanjungpinang guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Terhadap tersangka telah dilakukan test urine dengan hasil positif Amphetamine,” katanya.

Setelah itu, dilakukan proses pemeriksaan katergantungan narkotika oleh Tim Assessment Terpadu (TAT) pada, Selasa 16 Februari 2021 bertempat di Kantor BNNK Tanjungpinang.

Adapun hasil Rekomendasi dari TAT bahwa tersangka direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi rawat inab di Loka Rehabilitasi BNN Propinsi Kepri di Batam dan proses hukum dilanjutkan.

Berdasarkan rekomendasi tersebut, penyidik bersama pihak keluarga dan kuasa kukumnya membawa tersangka ke Loka Rehabilitasi BNN Provinsi Kepri di Batam pada hari Rabu, 17 February 2021.

Atas perbuatnya, LR dikenakan Pasal 127 ayat (1) huruf a jo Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Saat ini proses penyidikan terhadap tersangka telah memasuki tahap I dan berkas telah dikirim ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang,” ungkapnya.

Untuk ditahui, berdasarkan ketentuan hukum pertama, setiap pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan Nlnarkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 54 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Kedua, peraturan bersama Ketua Mahkamah Agung RI, Menkumham RI, Kapolri, Kepala BNN RI Nomor : 01/PB/MA/III/2014 nomor 3 Tahun 2014, Nomor 11 Tahun 2014, Nomor : PER. 005/A/JA/03/2014, Nomor 01  Tahun 2014, Nomor : PERBER/01/III/2014/BNN tentang Penanganan Pecandu Narkotika Dan Korban Penyalahguna Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi.

Ketiga, Surat Edaran (SE) Kabareskrim Nomor : SE/01/II/2018/Bareskrim tanggal 11 Februari 2021 tentang petunjuk rehabilitasi bagi pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika. Dimana, dijelaskan bahwa tersangka pengguna narkotika yang tertangkap tangan dengan bukti hasil pemeriksaan urinenya positif menggunakan narkotika, serta ditemukan barang bukti narkotika ada padanya dibawah jumlah tertentu yaitu salah satunya kelompok MDMA (ekstasi) 8 butir.

Dia mengimbau, masyarakat ikut serta dalam memberantas narkoba, membantu Polres Tanjungpinang dalam memberikan informasi terkait dugaan tindak pidana narkoba yang terjadi dengan menghubungi Nomor Telp/WA di 085805316658.

Wartawan: Amri



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *