Kepri, KepriDays.co.id – Ditangan dingin Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina saat ini wujud kota lama Tanjungpinang yang merupakan pusat perdagangan, bisnis serta aktifitas masyarakat berubah dengan lebih tertata rapi, cantik dan menjadi ikon wisata baru Ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tanjungpinang.
Tampilan kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang saat ini telah berhasil disulap menjadi sedemikian cantik, estetik dan terkesan heritage, serta layak menjadi salah satu destinasi wisata masyarakat kota Tanjungpinang dan masyarakat Provinsi Kepri pada umumnya untuk datang dan menikmatinya.
Wisatawan yang datang ke kota lama Tanjungpinang, biasanya sekedar berbelanja dan membeli oleh-oleh lalu kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata di Lagoi atau di Tanjungpinang.
Namun saat ini, wisatawan lebih memilih jalan kaki terlebih dulu sambil melihat barang-barang yang dijajakan pemiliki toko di sepanjang trotoar yang telah disulap menjadi lebih luas, cantik dan lebih indah itu.
Namun bila melongok sebelum dilakukannya revitalisasi atau penataan kota lama Tanjungpinang ini, dimana kesemrawutan kendaraan roda dua dan roda empat juga lalu lalang masyarakat sepanjang jalan Meredeka dan jalan-jalan sekitarnya menjadi pemandangan keseharian, sehingga tidak ada daya tarik sama sekali, karena terkesan kumuh dan kusam.
Revitaliasi kota lama Tanjungpinang dikerjakan pada tahun anggaran APBD Provinsi Kepri 2022, dan saat ini sebagian sudah selesai dan sudah bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Kepri. Bahkan, saat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegera.
Rencananya Pemerintah Provinsi Kepri akan melanjutkan revitalisasi kota lama Tanjungpinang ini, dan telah dianggarkan di APBD 2023 yang tentunya akan mengubah penampilan wajah kota lama Tanjungpinang ini.
“Biasanya wisatawan yang datang hanya belanja dan membeli oleh-oleh lalu pergi lagi, tidak sempat jalan-jalan seperti saat ini mereka jalan dulu,” kata Lili pedagang oleh-oleh di jalan Meredeka Kamis, (21/2/2023).
Ia juga menyebut, bahwa wisman yang datang berbelanja di tokonya kebanyak berasal dari Singapura dan Malaysia dan ada juga dari negara lainnya. Sementara pembeli lokal banyak dari wilayah Pulau Bintan dan ada juga daerah lainnya seperti Karimun dan Batam.
“Mereka membeli oleh-oleh seperti sotong kering yang sudah siap makan, aneka teri, dan kerupuk aneka rasa olahan dari ikan, udang juga lainny,” ujar Lili yang mengaku berjualan sudah puluhan tahun.
Upaya Pemerintah Provinsi Kepri merevitalisasi kawasan kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang pada tahun 2022 lalu, kini tampak hasilnya. Kota lama tersebut kini jauh lebih menawan, mempesona dan instagramable.
Adapun membenahi dan mempercantik kawasan kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang ini sudah menjadi bagian dari program strategis Gubernur Kepri Ansar Ahmad sejak awal dilantik.
“Alhamdulillah biarpun belum sempurna, karena kita lakukan memang secara bertahap. Namun dengan hasil yang sudah kita lakukan saat ini, cukup membuat masyarakat senang. Tempat masyarakat berfoto dan bersantai. Dan memang sudah saatnya Tanjungpinang ini kita benahi. Apalagi ini sebagai ibukota Provinsi Kepri. Siapa lagi yang mau mulai melakukan ini, kalo tilak kita,” kata Gubernur Ansar.
Apa yang dikatakan Gubernur tersebut bahkan dapat di lihat dengan ramainya masyarakat yang tidak hanya sekedar memanfaatkan sepanjang kawasan kota lama jalan Merdeka sebagai tempat berbelanja, namun juga tempat melepas penat sambil duduk-duduk santai serta bersenda gurau bersama keluarga atau sahabat.
Tampak ramai masyarakat menyusuri sepanjang kawasan kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang sambil menikmati suasana heritage yang tercipta serta merasakan berbagai fasilitas yang ada.
Ketika hari berganti malam, warna-warni lampu menghias indah, dan membuat kesan kota lama semakin menjadi lebih mempesona. Goresan pural juga tampak terukir rapi disudut dinding ruko di jalan merdeka menambah daya tarik tersendiri.
Salah seorang pengunjung yang ditemui di jalan Merdeka, Putra, yang terlihat berfoto di kawasan kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang mengatakan bahwa tak percaya dengan tampilan kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang saat ini.
“Awalnya tak percaya, sudah seperti di kota-kota besar lainnya, tampilannya dibuat eksotis sehingga sangat cocok untuk berfoto. Kalau mereka yang tak tahu mungkin mereka kira ini di Yogyakarta,” kata Putra
Tak hanya Putra, begitu juga Lisa, salah seorang pelajar di salah satu sekolah di Tanjungpinng mengaku senang mendapatkan banyak spot foto yang bagus dan Instagramable di kawasan kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang ini.
“Iya banyak spot foto keren, ingin foto untuk di post di Instagram,” jawab Lisa.
Tak hanya untuk masyarakat yang berkunjung dan menikmati keindahan kawasan kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang saja, tapi revitalisasi kawasan kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang ini juga membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada disekitar kawasan tersebut.
Dengan telah cantiknya kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang ini diharapkan tak hanya menunjang pertumbuhan ekonomi di kota Tanjungpinang dan meningkatkan pariwisata di ibukota Provinsi Kepri.
Nantinya tak hanya kawasan kota lama jalan Merdeka Tanjungpinang saja, perlahan- lahan dan secara bertahap spot-spot lain yang berada di kota Tanjungpinang akan di percantik.
Hal ini mengingat sebagai Ibukota Provinsi Kepri sudah saatnya kota Tanjungpinang untuk berbenah dan cantik dari segi pembangunannya.
Tak hanya itu, sebagai komitmen Gubernur Kepri Ansar Ahmad, tahun 2023 proyek merevitalisasi kawasan kota lama ini akan dilanjutkan kembali. Dimulai dari jalan Tengku Umar hingga simpang KFC , Gereja Ayam hingga ke sekitar kawasan mesjid Raya Tanjungpinang.
Wartawan: Sutana
Editor: Roni
