Oknum TNI Tewas di Cafe Leko, MUI Kepri Minta Pemerintah Tutup

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Seorang anggota TNI Angkatan Laut yang bertugas di Koarmada I meninggal dunia atas nama Serda Doni Laksono dan 4 orang personel Koarmada I luka, karena diduga terlibat perkelahian didepan Cafe Leko Jalan RH Fisabillilah KM 8 Atas Kota Tanjungpinang, Ahad (23/2/2025) pagi dini hari.

Hal ini sesuai rilis dari Komandan Satuan Intel Koarmada I yang diterima KepriDays.co.id. Menurut keterangan saksi Serda Etk Abdul Majid yang berada satu meja dengan Serda Doni Laksono (alm) sewaktu didalam Cafe Leko.

Sekira pukul 03.22 WIB, dirinya menanyakan kepada Doni Laksono terkait bercak darah (bukan luka) di pelipis sebelah kiri wajah dari yang terluka.

Namun Doni Laksono menyampaikan bahwa bercak darah bukan luka di pelipis karena berusaha melerai keributan yang diduga keributan karena senggolan sesama pengunjung cafe tersebut, Saat melerai, Doni Laksono terkena pukulan di pelipis kiri oleh orang tak dikenal (OTK).

Kemudian, dirinya juga menyampaikan kepada Doni Laksono agar tidak berkelahi akan tetapi rasa tidak terima dan berusaha mengambil botol bir untuk dilemparkan ke OTK, namun ditenangkan oleh Abdul Majid sehingga hal tersebut tidak terjadi.

“Pukul 03.25 WIB, saya baru menyadari Doni Laksono sudah tidak ada di kursi bersamanya, syaa menduga dia turun ke area parkir untuk berkelahi,” terang Abdul Majid.

Pukul 03.40 WIB, Abdul Majid berusaha mengecek keberadaan Doni kemudian turun ke parkiran Cafe Leko, setibanya di parkiran melihat Doni Laksono sudah terkapar dengan badan bersimbah darah penuh luka.

“Saya juga melihat beberapa anggota berusaha melerai dan mengalami luka-luka, setelah melerai melihat OTK melarikan diri dan kami membawa Doni menuju Diskes Koarmada I,” katanya.

Ketua MUI Kepri, Bambang. Foto: Ist

Sementara atas kejadian tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus Katib Syuriah PWNU Kepri, Dr.KH.Bambang Maryono.M.Pd.I, dengan tegas meminta pemerintah menutup cafe tersebut untuk sementara waktu.

Karena, menurut dia, kejadian serupa pernah terjadi di cafe tersebut, namun ini yang paling fatal sampai menghilangkan nyawa seseorang.

“Kita minta pemerintah mengevaluasi cafe ini, kalau bisa di tutup sementara. Ini juga sudah tinggal berapa hari lagi memasuki bulan Ramadhan,” katanya.

Selain itu, Bambang juga mengatakan, untuk kasus tersebut segera diselesaikan, dan semoga pelaku yang telah menganiaya dan menghilangkan nyawa korban cepat di tangkap.

“Ini atensi besar untuk pemerintah dan pihak kepolisian, semoga pelaku cepat di tangkap,” ujarnya.

Editor: Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *