Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa Anjuran Nabi Muhammad SAW

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Rasulullah SAW menganjurkan makan kurma saat sahur dan berbuka puasa, bukan hanya sunnah, tapi juga kaya manfaat kesehatan untuk tubuh.

Kurma bukan hanya sekadar buah, melainkan memiliki keistimewaan yang sangat berarti, terutama ketika dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa.

Rasulullah SAW mendorong umat Islam untuk memulai berbuka dengan kurma, seperti yang tertuang dalam berbagai hadis.

Selain memiliki nilai sunnah, mengonsumsi kurma juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan gula alami dalam kurma berfungsi untuk mengembalikan energi tubuh setelah seharian berpuasa, sedangkan serat yang terdapat di dalamnya mendukung kesehatan pencernaan.

Bahkan, sahur dengan kurma dianggap sebagai makanan terbaik bagi orang yang beriman.
Selanjutnya, bagaimana hadis-hadis yang menjelaskan keutamaan kurma di bulan Ramadan?

Manfaat apa saja yang dapat diperoleh dengan mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW ini? Berikut penjelasan lengkapnya.

Dirujuk dari berbagai sumber, sahur adalah salah satu sunnah dalam berpuasa yang membawa keberkahan, dan Rasulullah SAW menyebut kurma sebagai makanan terbaik untuk sahur.

Dalam hadis riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah tamar (kurma kering).” (HR Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan bahwa kurma memiliki nilai istimewa bagi orang yang berpuasa, terutama saat dikonsumsi saat sahur. Selain memberikan energi yang cukup, kurma juga merupakan makanan yang penuh berkah, sehingga sangat dianjurkan dalam Islam.

Tidak hanya sebagai sumber energi, kandungan serat dalam kurma membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Ini menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang ingin menjalani puasa dengan kondisi tubuh yang lebih stabil.

Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW menyarankan untuk berbuka puasa dengan kurma. Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Salman bin Amir Adh-Dhobbi menyatakan:

“Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma, sebab kurma itu mendatangkan berkah. Namun apabila tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu bersih.” (HR Abu Dawud) sebagaimana yang dikutip oleh RRI.

Hadis ini menegaskan bahwa kurma merupakan pilihan terbaik saat berbuka puasa karena keberkahannya. Namun, jika kurma tidak tersedia, air bisa dijadikan alternatif yang juga dianjurkan.

Kurma kaya akan gula alami yang dapat dengan cepat diserap oleh tubuh, sehingga mampu segera mengembalikan energi yang hilang setelah seharian berpuasa.

Selain itu, kandungan serat dalam kurma berperan penting dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah, mencegah terjadinya lonjakan atau penurunan yang drastis yang dapat membuat tubuh terasa lemas.

Mengacu pada informasi dari rsuddungus.jatimprov.go.id, salah satu alasan utama yang mendorong anjuran konsumsi kurma saat sahur dan berbuka puasa adalah kandungan gizi yang sangat baik.

Kurma mengandung karbohidrat sederhana, seperti glukosa dan fruktosa, yang dapat dengan cepat diserap oleh tubuh untuk meningkatkan energi.

Selain berfungsi sebagai sumber energi yang cepat, kurma juga mengandung mineral penting seperti kalium, magnesium, dan zat besi, yang berperan dalam menjaga keseimbangan elektrolit serta mencegah dehidrasi selama bulan puasa.

Selain itu, kurma kaya akan antioksidan seperti karotenoid, flavonoid, dan asam fenolik, yang membantu melawan radikal bebas dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan konsumsi kurma yang tepat, tubuh dapat tetap bertenaga dan sehat saat menjalani ibadah puasa.

“Kandungan selenium, mangan, tembaga, dan magnesium yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang terdapat pada kurma. Semua zat gizi ini telah dipelajari untuk potensinya dalam mencegah osteoporosis.” tulis laman RSUD Dungus Madiun.

Editor: Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *