Dr. Myrna Sofia, SE., M.Si
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim
Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Provinsi Kepri
Local Expert Kanwil Ditjen Perbendahaan (DJPb) Provinsi Kepri
STATUS GIZI KEPULAUAN RIAU
Status gizi merupakan indikator penting dalam menilai kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Gizi yang baik berperan dalam pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas individu. Sebaliknya, gizi buruk dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti stunting, anemia, dan penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Di Provinsi Kepulauan Riau, meskipun prevalensi stunting menurun, angka tersebut masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Prov Kepri tahun 2022 sebesar 17,6% dan menurun di Tahun 2023 menjadi 15,40%. Target 2024 menjadi 10,20%. Provinsi Kepulauan Riau menempati posisi keempat terendah se-Indonesia setelah Bali, DKI Jakarta, dan Lampung. Namun, prevalensi balita stunting di Kabupaten Lingga mencapai 18,9%, sedangkan di Kabupaten Karimun terendah dengan 13,3%.
PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI KEPULAUAN RIAU (KEPRI)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Program ini sejalan dengan upaya nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sebuah lembaga yang dibentuk untuk mengimplementasikan program makan gratis bagi siswa dan memastikan kecukupan gizi bagi kelompok rentan.
GAMBARAN UMUM PROGRAM MBG DI KEPULAUAN RIAU
Sasaran: Program ini menargetkan dua kelompok utama, yaitu siswa (dari tingkat SD hingga SMA, termasuk pendidikan khusus dan pesantren) serta kelompok rentan lainnya seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Di Kepri, total penerima manfaat yang diproyeksikan mencapai 516.149 orang selama periode 2025-2029.
Lokasi: Pelaksanaan program mencakup seluruh wilayah Kepri, termasuk daerah terpencil dan pulau-pulau terluar. Untuk mendukung distribusi makanan bergizi, pemerintah provinsi berencana menyiapkan 253 dapur umum yang akan berperan sebagai satuan pelayanan.
Anggaran: Meskipun angka spesifik anggaran untuk Kepri belum dipublikasikan, secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk mendukung program ini. Misalnya, BGN mengalokasikan anggaran besar untuk memastikan program berjalan efektif di seluruh Indonesia.
TUJUAN UTAMA PROGRAM DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI
Meningkatkan Status Gizi: Memastikan bahwa anak-anak dan kelompok rentan lainnya mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal.
Mendukung Prestasi Pendidikan: Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan siswa dapat lebih fokus dalam belajar, meningkatkan partisipasi, kehadiran, dan prestasi akademik mereka.
Memberikan Dampak Ekonomi Positif: Program ini juga bertujuan menciptakan lapangan kerja, mengurangi beban penduduk miskin, dan memanfaatkan bahan pangan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku UMKM
TANTANGAN DALAM PROGRAM MBG DI KEPULAUAN RIAU
Adapun tantangan program MBG di Kepri adalah sebagai berikut:
PROGRAM MAKAN GRATIS SECARA EMPIRIS TERBUKTI EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI SISWA
Penelitian Yang dilakukan oleh Desiani Dan Syafiq (2024) dari Universitas Indonesia. Efektifitas Program Makan Gratis pada Status Gizi Siswa Sekolah Dasar di Berbagai Negara (Ethopia, Ghana, Swedia, Amerika Serikat, India dan Norwegia). Tujuan: Memperbaiki Akses Terhadap Makanan Bergizi Bagi Siswa. Metode penelitian menggunakan SLR Method dengan menganalisis Artikel Yang Dipublikasikan Antara 2014 – 2024 melalui Database: Pubmed, Scopus, Dan Proquest. Kriteria Inklusi: Rct, Studi Observasional, Dan Meta-analisis, Mengikuti Pedoman Prisma.
Hasil Penelitian
Melakukan identifikasi 12 artikel terkait makan bergizi di beberapa negara. Hasilnya terjadi Peningkatan: Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Penurunan: Prevalensi anemia pada siswa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukan Program makan gratis di sekolah memberikan manfaat signifikan: Meningkatkan status gizi siswa. Peningkatan IMT dan penurunan prevalensi anemia.
Relevansi dan Implikasi
Pentingnya program makan gratis untuk kesehatan dan pendidikan siswa. Pengaruh positif terhadap kesejahteraan jangka panjang anak.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Riau memerlukan peningkatan infrastruktur distribusi, optimalisasi anggaran, serta sinergi antar lembaga untuk menjamin pemerataan akses gizi dan mendukung ekonomi lokal. Inovasi teknologi dalam monitoring juga sangat penting guna meningkatkan efektivitas program dan mencapai target pengurangan stunting.
KESIMPULAN
Status gizi di Provinsi Kepulauan Riau masih menghadapi tantangan seperti stunting dan gizi kurang, meskipun terdapat tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi upaya penting untuk meningkatkan gizi anak-anak, namun pelaksanaannya masih terkendala oleh keterbatasan infrastruktur, distribusi makanan yang belum optimal, serta keterbatasan anggaran. Untuk memastikan program ini berjalan efektif, diperlukan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran serta memperbaiki sistem pendukungnya. Dengan perbaikan infrastruktur dan distribusi yang lebih baik, program ini diharapkan mampu mengurangi angka stunting dan meningkatkan kesehatan generasi mendatang di Kepulauan Riau. (**)