Bintan, KepriDays.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan mencatat ada 721 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 1.586 jiwa menjadi korban terdampak bencana banjir di beberapa kecamatan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bintan, Ramlah mengatakan, hujan disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Bintan tanpa henti selama beberapa hari, membuat pemukiman warga dilanda banjir serta rusak akibat di terpa angin.
“Data terakhir kami mendapati ada 721 KK atau 1.586 jiwa yang terdampak bencana,” ujar Ramlah, kemarin.
Bencana yang paling parah terjadi di dua kecamatan. Diantaranya Kecamatan Bintan Timur sebanyak 288 KK atau 744 jiwa korban yang tersebar di empat kelurahan.
Kemudian di Bintan Utara sebanyak 433 KK atau 842 jiwa yang terdampak. Semuanya tersebar di empat kelurahan dan satu desa.
“Banjir paling parah berada di Kampung Pisang. Ketinggian air sampai dengan se pinggang orang dewasa,” jelasnya.
Sedangkan BPBD Bintan telah melakukan rapid asessment, diantaranya, penilaian kerusakan, kerugian dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk dasar acuan rencana selanjutnya.
Selain itu juga melaksanakan upaya penyedotan dan pembersihan rumah warga dan jalan. Melaksanakan evakuasi kepada korban terdampak banjir serta melaksanakan pendistribusian logistik.
“Kita minta warga waspada karena potensi curah hujan dan gelombang tinggi di perairan Bintan masih tinggi. Dihimbau untuk terus waspada dan siaga terutama saat terjadi hujan lebat untuk mengantisipasi dampak yang akan terjadi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir dan pohon tumbang,” ucapnya.
Editor: Roni
