Jakarta, KepriDays.co.id – Transisi Energi menjadi isu global yang banyak diperbincangkan belakangan ini, termasuk di Indonesia.
Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) Francesco La Camera memperkirakan energi terbarukan yang dikombinasikan dengan teknologi penyimpanan akan segera lebih kompetitif secara ekonomi dibandingkan pembangkit listrik tenaga batu bara.
Menurutnya, perubahan besar ini akan mendorong pergeseran alami dari sistem energi berbasis fosil menuju energi bersih — termasuk di Indonesia, yang selama ini masih bergantung besar pada batu bara.
“Beberapa tahun ke depan, energi terbarukan ditambah penyimpanan akan lebih kompetitif dibandingkan semua pembangkit listrik tenaga batu bara,” ujar La Camera dikutip dari merdeka.com di sela-sela acara Abu Dhabi International Petroleum Exhibition & Conference (ADIPEC) di Abu Dhabi baru-baru ini.
“Akan lebih menguntungkan bagi perusahaan untuk berinvestasi pada pembangkitan energi baru daripada mempertahankan yang lama,” katanya.
Namun, La Camera menekankan bahwa keberhasilan transisi energi bergantung pada kesiapan infrastruktur, terutama jaringan listrik yang fleksibel dan saling terhubung.
“Kita perlu menciptakan jaringan listrik yang mampu memindahkan energi dari berbagai sumber terbarukan dan menjaga keseimbangan sistem. Dengan penyimpanan dan teknologi yang ada, sistem bisa berjalan efisien,” jelasnya.
Editor : Roni
