Kapal Kargo Muatan Alumina Tujuan Korea Kandas di Lautan Kepri

Bintan, KepriDays.co.id – Kapal NEWSUN HARMONY yang bertolak dari Kijang menuju Busan Korea Selatan dikabarkan kandas di Perairan Pulau Mapur Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (10/12/2025) malam, akibat dihantam ombak dan angin kencang.

Hingga saat ini, kapal yang memiliki panjang 171 meter dan lebar 27 meter dengan total bobot 29.870 Ton masih berada di lokasi kejadian.

Camat Bintan Pesisir, Assun Ani mengaku, ada kapal yang kandas tepatnya di depan Pulau Malibun, namun dia tidak mengetahui jenis kapal dan kronologis kejadiannya.

“Info dari nelayan memang ada kapal yang kandas di Perairan Utara Mapur tepatnya depan Pulau Malibun. Namun tak tau itu kapal apa dan kejadiannya seperti apa,” ujar Assun Ani saat dikonfirmasi, Jumat (12/12/2025).

Nelayan hanya melihat kapal itu dari kejauhan, kata dia, karena saat ini Perairan Mapur dilanda cuaca ekstrim. Dimana saat ini terjadi angin kencang dan gelombang tinggi.

“Itu info yang saya bisa kasih tau. Karena nelayan tak berani mendekat ke lokasi kapal,” sebutnya.

Sementara, Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kijang, Juanda Silaen mengaku kapal kargo yang kandas itu bertolak dari PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).

“Kapal itu dari PT BAI. Lalu saat perjalanan di Perairan Utara Mapur kandas,” katanya.

Informasi yang diperolehnya dari PT BAI, bahwa kapal kargo muatan serbuk alumina itu berangkat dari Pelabuhan PT BAI pada Rabu (10/12/2025) tujuan Busan Korea Selatan.

Dua jam perjalanan, kapal itu masuk Perairan Utara Mapur dan dilanda cuaca ekstrim sehingga keluar dari track dan menghantam bebatuan.

“Jadi cuaca ekstrim itu membuat kapal keluar track dan menabrak bebatuan. Akibatnya kapal itu kandas serta mengalami kebocoran dibagian depan atau haluan,” jelasnya.

Sebenarnya lokasi kejadian diluar kewenangan KSOP Kelas III Kijang. Namun dikarenakan PT BAI meminta bantuan maka pihaknya langsung melakukan koordinasi ke berbagai pihak untuk menindaklanjuti kejadian ini.

Hanya saja pihaknya belum dapat ke lokasi kejadian dikarenakan cuaca ekstrim. Lalu armada yang dimiliki juga sedang menjalani operasi pengiriman bantuan logistik ke Aceh dan Sibolga.

“Kami sampai saat ini saling koordinasi dengan PT BAI, KPLP Tanjung Uban dan lainnya. Untuk menuju lokasi kami belum bisa karena hanya ada kapal kecil dan tidak memungkinkan untuk berlayar disaat cuaca ekstrim saat ini,” ucapnya.

Sementara disinggung keberadaan posisi Kapal Kargo NEWSUN HARMONY, Juanda Silaen mengatakan, kapal kargo itu masih berada di lokasi kejadian karena belum dapat dilakukan evakuasi ataupun lainnya dikarenakan cuaca ekstrim.

“Dari informasi PT BAI masih menunggu tim dari perusahaan kapal. Karena tim itu yang akan mengecek, memperbaiki maupun menilai asuransinya. Jadi belum dapat dievakuasi karena harus ada rilis dari tim perusahaannya lalu cuaca saat ini juga masih ekstrim,” tutupnya

Wartawan : Ari
Editor : Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *