Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Sebagaimana diketahui bahwa generasi milenial merupakan kelompok yang paling produktif menggunakan media sosial.
Generasi milenial saat ini menjadi salah satu kelompok pemilih terbesar dalam sistem demokrasi Indonesia.
Dengan jumlah yang signifikan serta kemampuan adaptasi terhadap teknologi dan informasi digital, generasi milenial memegang peran strategis dalam meningkatkan kualitas demokrasi yang partisipatif, inklusif, dan berintegritas.
Tanggapan tersebut disampaikan oleh Haji Dharma Setiawan yang merupakan Anggota DPD RI Dapil Kepri disela-sela sosialisasi 4 pilar di Kota Tanjungpinang, Minggu (14/12/2025).
“Di era digital, milenial memiliki keunggulan dalam mengakses informasi dan menyampaikan aspirasi melalui berbagai platform media sosial. Partisipasi aktif generasi ini dalam diskusi publik, pengawasan kebijakan, serta penyampaian kritik konstruktif menjadi bagian penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas penyelenggara negara,” kata Bang Haji sapaan akrab Haji Dharma Setiawan.

Kemudian, Bang Haji menjelaskan, selain sebagai pemilih, generasi milenial juga berperan sebagai agen perubahan dalam budaya politik.
“Nilai-nilai keterbukaan, toleransi, dan keadilan sosial yang diusung milenial berkontribusi pada terciptanya demokrasi yang lebih sehat,” ungkap Bang Haji.
Melalui komunitas, organisasi kepemudaan, dan gerakan sosial, lanjut Bang Haji, milenial mampu mendorong partisipasi warga dan memperkuat kesadaran berdemokrasi di tingkat akar rumput.
Peran milenial juga terlihat dalam upaya melawan disinformasi dan politik identitas yang berpotensi merusak demokrasi.
“Dengan literasi digital yang baik, generasi milenial dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar, memeriksa fakta, serta mengedukasi masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi isu politik,” ujarnya.
Di sisi lain, kata Bang Haji, keterlibatan generasi milenial dalam proses pengambilan keputusan publik, baik melalui jalur politik formal maupun partisipasi masyarakat sipil, menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas demokrasi.
Kehadiran milenial dalam lembaga perwakilan, partai politik, dan forum kebijakan publik membawa perspektif baru yang lebih relevan dengan tantangan zaman.
“Ke depan, penguatan peran generasi milenial dalam demokrasi memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Pendidikan politik yang berkelanjutan, ruang partisipasi yang inklusif, serta pemanfaatan teknologi secara bijak akan menjadi kunci agar kontribusi generasi milenial benar-benar berdampak pada penguatan demokrasi,” harap Bang Haji.
Sementara dengan partisipasi aktif, kesadaran politik yang tinggi, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan, generasi milenial diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan demokrasi Indonesia yang matang, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Editor : Roni
