Seorang Wanita Melahirkan di Teras Musholla

Palembang, KepriDays.co.id – Viral di media sosial, seorang wanita, NR (32), terpaksa melahirkan di teras musala di Palembang.

Hal tersebut bisa terjadi akibat tidak ada biaya dan jaminan kesehatan menjadi alasan. Dibantu warga, NR melahirkan di teras Musholla Al Ikhlas di Jalan KH Balqi Palembang, Senin (12/1) pagi kemarin.

Peristiwa ini menegangkan fan seketika menjadi viral di medsos setelah salah satu warga merekam kejadiannya.

Setelah proses persalinan cukup lama dengan alat seadanya, NR melahirkan seorang bayi perempuan. Bayi itu adalah anak kelima NR dari pernikahan dengan suaminya, SK (40).

Peristiwa itu bermula saat NR dan suaminya berangkat ke rumah bidan menggunakan sepeda motor yang dipinjam dari tetangga.

Dalam perjalanan, NR mengalami kontraksi hebat dan ketubannya pecah. Melihat itu, sang suami SK panik bukan main. Dia lantas mencari pertolongan ke warga, sementara istri ditinggal di atas motor.

Tak lama kemudian, seorang warga yang melihat NR meringis kesakitan segera membantunya.

Sejumlah emak-emak yang lain juga menuntunnya ke teras musholla untuk istirahat sambil menunggu jemputan menuju rumah bidan.

Ternyata persalinan NR tak dapat ditunda lagi, bukaan sudah lengkap dan bayi siap lahir. Alhasil warga kompak memutuskan persalinan harus dilakukan di tempat itu dan pada saat itu juga.

Hanya bermodal sehelai kain dan daster milik warga, persalinan pun berlangsung aman. Lahirlah bayi perempuan yang sehat. Tak lama kemudian, datang bidan ke lokasi. Bidan yang diketahui bernama Rahayu tersebut membantu pasca lahiran.

Bidan memotong tali pusar dan membawa bayi ke tempat praktiknya tak jauh dari lokasi untuk perawatan. Sementara NR juga dipastikan dalam keadaan sehat.

Seorang warga, Erlita mengatakan, kejadiannya sangat menegangkan. Beruntung warga segera memberikan pertolongan meski tanpa peralatan apapun.

“Kami tidak bisa menunda lagi, bidan belum datang, terpaksa lahiran di sana. Kami hanya bermodal pengalaman yang ada,” ungkap Erlita.

Sementara, Erlita menyebut pasangan itu mengaku tidak memiliki biaya dan tidak tercover jaminan kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Editor : Roni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *