Operasi Pasar Murah Ramadan Pemko Tanjungpinang. Foto: Ist
Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Bagi sebagian warga, selisih harga Rp1.000 hingga Rp5.000 mungkin terlihat kecil.
Namun bagi ibu rumah tangga yang harus mengatur belanja selama Ramadan, perbedaan itu cukup berarti.
Hal itu dirasakan Sumarni usai berbelanja di Operasi Pasar Murah (OPM) Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang di Gedung Sentra IKM Tengku Mandak, Bintan Center Km 9, Rabu (4/3/2026).
Sejak pagi, lokasi kegiatan dipadati warga yang berburu bahan pangan dengan harga lebih murah. Kurang dari satu jam setelah dibuka, cabai, bawang, dan telur sudah habis terjual.
“Cukup membantu. Walaupun bedanya tidak terlalu besar, tetap lebih murah daripada di pasar atau supermarket,” ujar Sumarni.
Ia berharap kegiatan serupa terus digelar, terutama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri ketika harga kebutuhan pokok cenderung naik.
“Semoga ada terus pasar murah seperti ini saat Ramadan dan Lebaran,” ucapnya.
Sedangkan pembeli lain, Mega yang membeli daging ayam, telur, dan tepung mengaku, selisih harga di pasar murah cukup meringankan pengeluaran rumah tangga.
“Alhamdulillah lebih murah. Lumayan untuk ibu-ibu, kalau beli di pasar pasti lebih mahal,” ujarnya.
Sementara bagi warga yang belum sempat berbelanja, operasi pasar murah masih akan berlangsung pada Kamis (5/3) di lokasi yang sama mulai pukul 07.30 WIB besok.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany menjelaskan, operasi pasar ini merupakan upaya Pemerintah Kota untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Pada hari ini Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian melaksanakan operasi pasar murah yang kita adakan selama dua hari, yaitu tanggal 4 dan 5 Maret 2026. Tujuan pelaksanaan ini tentu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat dapat berbelanja sesuai dengan kemampuan mereka,” ujar Riany.
Disdagin melibatkan sejumlah distributor dan pelaku usaha, antara lain D’SAYUR, SARIMART, serta BULOG, dan beberapa toko lainnya yang turut berpartisipasi. Seluruh komoditas yang dijual dipastikan memiliki harga di bawah harga pasar.
Riany menuturkan, tingginya kebutuhan masyarakat terlihat dari cepatnya sejumlah komoditas habis terjual hanya dalam waktu satu jam setelah dibuka. Operasi pasar dimulai pukul 07.30 WIB, dan pada pukul 08.30 WIB beberapa bahan pokok seperti telur dan ayam telah habis.
“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Telur habis, ayam juga cepat habis, meskipun akan ada sesi kedua untuk penjualan ayam. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memang sangat membutuhkan. Karena itu kegiatan ini kami buat dua hari, agar masyarakat yang hari ini belum sempat berbelanja masih memiliki kesempatan besok,” jelasnya.
Editor : Roni