Kanal Headline Ramadhan

Ini Tips Buka Puasa yang Sehat

Tanjungpinang, KepriDays.co.id – Menu buka puasa sebaiknya sehat dan tidak berlebihan agar berat badan tetap terjaga.

Namun, berdasarkan informasi dari dokter spesialis kedokteran olahraga Andi Kurniawan, sekitar 19 persen orang mengalami peningkatan berat badan akibat kebiasaan makan berlebihan saat berbuka puasa.

Kenaikan berat badan ini disebabkan oleh meningkatnya risiko mengonsumsi gorengan yang tinggi lemak hingga 1,9 kali, serta intensitas konsumsi minuman manis yang meningkat 1,7 kali lebih tinggi. Selain itu, risiko kurang bergerak juga meningkat 1,6 kali, seperti dilansir Antara.

Andi Kurniawan juga menjelaskan, satu gelas es teh manis yang dijual di warung mengandung 150 hingga 250 kalori, namun hampir tidak memiliki nilai gizi.

Hal ini dapat berkontribusi langsung pada peningkatan berat badan tanpa memberikan rasa kenyang.

Selain itu, menu berbuka yang umum di Indonesia cenderung tinggi kalori, seperti kolak, gorengan, dan es buah dengan sirup.

Dalam waktu hanya 15 menit, seseorang bisa mengonsumsi 800 hingga 1.000 kalori hanya dari takjil, bahkan sebelum merasakan kenyang.

Baca Juga

Untuk mencegah peningkatan berat badan selama bulan puasa, Andi mengingatkan agar tidak langsung menyantap makanan berat dalam porsi besar saat berbuka.

“Berbuka jangan langsung dengan makanan berat dalam porsi besar. Mulailah dengan 2 hingga 3 butir kurma ditambah air putih, lalu beri jeda 15 hingga 20 menit sebelum makan utama,” ungkap Andi.

Hal ini penting karena selama puasa 12-14 jam, kadar ghrelin (hormon rasa lapar) akan meningkat, sementara leptin (hormon kenyang) menurun, menciptakan dorongan untuk makan yang kuat.

Andi menambahkan bahwa jeda setelah mengonsumsi kurma dan air putih penting untuk memberi waktu bagi sinyal kenyang (leptin dan cholecystokinin) untuk aktif.

Dengan cara ini, saat makan utama, seseorang dapat menghindari makan dalam keadaan “kalap”.

Editor : Roni

Share
Tags: Ini Tips Buka Puasa yang Sehat Menu Buka Puasa Tips Buka Puasa