Anambas, KepriDays.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap akan dibayarkan.
Namun waktu penyalurannya diperkirakan setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah karena masih menunggu transfer dana dari pemerintah pusat.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng mengatakan, pembayaran THR merupakan kewajiban pemerintah daerah kepada para ASN.
Oleh karena itu, ia memastikan hak tersebut tetap akan disalurkan. “Pasti dibayar karena kewajiban kita. Yang jelas ada duit kita bayar,” kata Aneng saat dijumpai di Kantor DPRD Kepulauan Anambas, Senin (16/3).
Meski demikian, Aneng mengungkapkan, pemerintah daerah saat ini masih menunggu transfer anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal itu yang membuat pembayaran THR belum bisa dilakukan sebelum lebaran.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah memang sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, pencairan sejumlah anggaran harus menunggu dana tersebut masuk ke kas daerah.
Aneng pun meminta para ASN di lingkungan Pemkab Kepulauan Anambas untuk bersabar menunggu proses tersebut.
“Kami mohon ASN bersabar. Pemerintah daerah tetap berupaya agar THR ini bisa segera disalurkan setelah dananya tersedia,” ujar politisi Demokrat itu.
Walaupun THR belum dibayarkan, pemerintah daerah telah menyalurkan hak ASN lainnya seperti gaji pokok dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Pembayaran gaji dan TPP tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan para ASN dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Salah satu ASN di lingkungan Pemkab Kepulauan Anambas mengaku tidak terlalu mempermasalahkan jika THR belum dibayarkan sebelum lebaran.
“Alhamdulillah gaji dan TPP kami sudah dibayarkan. Tak masalah kalau THR belum dapat,” ujar ASN tersebut yang meminta namanya tidak disebutkan.
Ia mengatakan, para pegawai sebenarnya sudah mendapatkan informasi sejak jauh hari bahwa THR kemungkinan belum bisa dicairkan sebelum Idul Fitri.
Karena itu, sebagian ASN sudah mempersiapkan kebutuhan lebaran dengan cara menabung dari penghasilan yang diterima sebelumnya.
“Jauh-jauh hari sudah dapat info kalau THR belum bisa disalurkan. Makanya kami menabung untuk bisa lebaran dan mudik, jadi tak bergantung juga dengan THR,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut dapat dimaklumi karena kemampuan keuangan daerah memang bergantung pada dana dari pemerintah pusat.
Menurutnya, para ASN juga perlu memahami kondisi keuangan daerah agar tetap stabil ke depannya.
“Kita ni sebagai pegawai jangan mau enaknya saja, harus bantu pimpinan untuk mencari PAD biar keuangan stabil. Kalau stabil, hak-hak kita juga lancar,” pungkasnya.
Wartawan : Yolana
Editor : Roni
