Bahlil Ketum Golkar. Foto: Ist
Jakarta, KepriDays.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memperkirakan, Rusia bakal segera mengirimkan stok minyak mentah (crude) ke Indonesia.
Ini sebagai tindak lanjut pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin beberapa waktu lalu.
Sebagai tindak lanjut, Bahlil juga telah menemui Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev. Rusia kemudian sepakat untuk mendukung pembelian minyak mentah oleh Indonesia.
“Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa, InsyaAllah,” kata Bahlil saat dijumpai di kantornya, Jakarta, Jumat (17/4).
Tak hanya dengan Rusia, pemerintah disebutnya juga telah menjajaki pembelian minyak mentah dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS). Untuk memastikan stok di dalam negeri mencukupi di tengah gejolak geopolitik dunia saat ini.
“Kenapa? Dalam posisi geopolitik yang tidak menentu, kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara. Jadi ada sebuah diversifikasi. Jadi Insya Allah crude kita akan semakin membaik,” tegasnya.
Selain crude, Indonesia juga telah berkolaborasi dengan Rusia terkait pasokan LPG. Lantaran Indonesia saat ini masih sangat bergantung terhadap pasokan impor dari komoditas tersebut.
“Yang kedua, kita tahu bahwa LPG kita dari total konsumsi kita 8,6 juta (ton). Bahkan di tahun 2026-2027 itu meningkat dengan penambahan industri daripada Lotte. Lotte itu butuh sekitar 1,5 juta ton per tahun. Jadi overall itu kita butuh sekitar 10 juta ton LPG,” jelasnya.
Bahlil mengatakan, kerja sama impor LPG dengan Rusia saat ini sudah masuk dalam tahap finalisasi. “Ya kita doakan bisa cepat selesai. Karena memang di hampir semua dunia membutuhkan LPG,” imbuhnya.
Kendati begitu, ia juga menyebut Indonesia bakal turut mencari pasar baru untuk mengimpor LPG. “Nah kaitan dengan itu kita juga mencari pasar-pasar baru. Total produksi kita hanya 1,6 juta. Jadi kita harus mencari pasar baru, dan termasuk di Rusia,” ungkapnya.
Pemerintah dan Pertamina pun terus berkonsolidasi agar stok LPG di dalam negeri mencukupi. Adapun untuk saat ini, ia menjamin pasokan di tingkat domestik sudah aman.
“Dan sekarang posisi LPG kita di atas standar minimum nasional. Jadi Insya Allah clear,” seru Bahlil.
Editor : Roni